Politik dunia malam studi kemunculan politik informal dalam jasa keamanan shadow state pada tempat hiburan dunia malam hugos embassy yogyakarta
ANDREE RAHARDRIANTO, Dr. AAGN Ari Dwipayana, M.SI.
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Sektor keamanan merupakan tugas serta tanggung jawab dan fungsi dari Negara. Namun setelah era orde baru bergulir, tugas dan fungsi keamanan dari Negara mengalami pergeseran yaitu diambilnya oleh kelompok-kelompok dari luar Negara seperti halnya Jasa Keamanan dari aktor luar Negara. Jasa keamanan dari luar Negara keberadaanya saat ini tidak lah asing dan bukan rahasia umum lagi. Seperti halnya jasa keamanan yang biasa dijumpai pada sebuah tempat-tempat hiburan dunia malam. Tempat Hiburan dunia malam sendiri berciri khaskan melakukan kegiatan Ekonomi Pasar Gelap. Maksud dari ekonomi pasar gelap tersebut didalam sebuah tempat hiburan dunia malam terdapat kegiatan menyuguhkan ivent-ivent intertainment kepada pecinta atau penikmat hiburan dunia malam (Clubbers) seperti mendatangkan Band dan DJ kelas wahid dari ibu kota, terdapatnya aktifitas jual beli minuman keras atau Alkhohol, Prostitusi terselubung dan masih banyak lagi. Dengan adanya kegiatan aktifitas Ekonomi Pasar Gelap didalam sebuah tempat hiburan dunia malam yang notabene seperti diceritakan diatas, maka kekhasan didalam tempat hiburan dunia malam otomatis dengan sendirinya timbul rawan keributan akibat mabuk bersenggolan dengan pengunjung-pengunjung yang lainnya. Maka dari itu Jasa Keamanan (Shadow State) sangatlah dibutuhkan untuk melindungi keberlangsungan dan kenyamanan aktifitas ekonomi pasar gelap tersebut. Keberadaan jasa keamanan sendiri tidak terlepas dari relasi yang terjalin dengan sendirinya antara jasa keamanan dengan instansi keamanan formal. Pada realitanya, relasi yang terjadi antara jasa keamanan dengan instansi keamanan formal dapat dikatakan dikatakan tidaklah terjadi secara langsung karena instansi keamanan formal seperti POLRI tidak terlibat langsung melainkan mereka siap membantu dalam artian tidak langsung ikut menjaga keamanan melainkan akan membantu apabila dimintai bantuan pada kasus kasus tertentu. Selain itu, relasi juga terjadi antara jasa keamanan dengan Pelaku Bisnis sebagai Klien dalam artian demi mulusnya urusan keamanan kedua pihak saling koordinasi dan pelaku bisnis tersebut juga melakukan pengawasan terhadap jasa keamanan.
Security sector is task, responsibility and function of state. However, when the new order run, state function and task for security underwent shift to group outside state such as in security service from outside state actor. Outside state security service is common that may be seen in places for night world entertainment. Night world entertainment has characteristic of doing dark market economy activity. It means that the business provide entertainment event to clubber such as inviting number-one band and DJ from country capital, transaction of alcohol beverage, hidden prostitution and so on. Due to the dark market economy activity within night world entertainment places, there are often occur clash due to drunken visitors brush to each other. Therefore, security service (shadow state) is required to protect continuity and comfortableness of the dark market. Existence of security service is not separated from relation occurring between security service and formal security institution. In reality, the relation between security service and formal security institution may occur indirectly because formal security institution such as police does not involve directly but they help by order. In addition, the relation occur between security service and business actor as client for the smooth activity in security field. Both parties coordinate to each other and business actor supervise the security service.
Kata Kunci : 210787