Inovasi Pasca Rustriningsih ( Studi Mengenai Keberlanjutan Inovasi Lima Plus Perangkat Komunikasi Pemda Kebumen )
PONCO KUSUMA WARDANI, Dr.AAGN Ari Dwipayana,M.Si
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Peluang Pemda Kebumen di era otonomi untuk menjalankan pembangunan diatas kemandirian lokal semakin menempatkan sosok Kepala Daerah sebagai aktor penting yang harus mampu membuat inovasi dalam tata pemerintahan. Di Era Bupati Rustriningsih lahirlah sebuah terobosan tata pemerintahan yang disebut inovasi 'Lima Plus Perangkat komunikasi' Pemda Kebumen, sebuah inovasi dibidang media komunikasi dan informasi yang dibentuk sebagai upaya Pemda Kebumen dalam menciptakan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel sesuai nilai-nilai good governance. Era reformasi dan otonomi daerah telah berjalan lebih dari satu dekade. Sejak dimulainya era otonomi hingga kini, di Kabupaten kebumen telah terjadi tiga kali pergantian Kepala Daerah, yaitu Bupati Rustriningsih (2000-2005 dan 2005-2008), dilanjutkan oleh kepemimpinan Bupati KH.Nashiruddin Al Mansyur (2008-2010) dan kemudian Bupati H. Buyar Winarso (2010-2015). Penelitian ini berusaha memaparkan bagaimana pembentukan dan bentuk keberlanjutan inovasi pada tiga periode kepemimpinan Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menempatkan posisi Kepala Daerah sebagai agen yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, memiliki konsep kerja, serta praktik kebiasaan masing-masing. Dinamika pergantian kepala daerah ini telah membawa pengaruh pada bentuk keberlanjutan inovasi. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif dengan metode studi kasus Penelitian ini berusaha untuk memaparkan sejauhmana Rustriningsih sebagai kepala Daerah dalam melembagakan inovasi 'lima plus perangkat komunikasi' Pemda Kebumen serta sejauhmana peran Kepala Daerah pasca rustriningsih dalam menjaga keberlanjutan Inovasi. Peneliti juga berusaha menggali faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberlanjutan inovasi. Untuk memperoleh informasi tersebut, peneliti menggunakan kolaborasi teori mengenai good governance serta teori strukturasi yang digagas Anthony Giddens bahwa sebuah perubahan terjadi menunjukkan adanya praktik rutinisasi dan de-rutinisasi dimana seorang agen mampu mereproduksi, menawar maupun memodifikasi sebuah struktur dengan memanfaatkan faktor pendukung (enabling) dan mengelola faktor penghambat (constraining). (kata kunci:, pelembagaan, keberlanjutan inovasi, good governance).
The opportunity of the Local Government of Kebumen in autonomy era to make developments based on local independence put the Head of the Region as an important action who should make innovations in governance. In the Era of Regent Rustriningsih, a breakthrough was made in governance, called 'Lima Plus Perangkat Komunikasi' innovation of Local Government of Kebumen, sand information in the field of communication and information made as an effort by the Local Government of Kebumen to create a more transparent and accountable government in accordance with the values of good governance. Reformation era and regional autonomy have been running for over a decade. Since the beginning of autonomy era to this day, there has been three changes of Head of the Region in Kebumen, i.e. Regent Rustriningsih (2000-2005 and 2005-2008), followed by Regent KH.Nashiruddin Al Mansyur (2008-2010) then Regent H. Buyar Winarso (2010-2015). This study attempted to describe the formation and continuation of innovation in three period of leadership in Kebumen Regency. This study placed the position of Head of the Region as the agent from different backgrounds, having differing work concepts and habits. The dynamics of replacing head of the region influenced the form of continuation of innovation. This study was a qualitative study with case study method. This study tried to describe how far Rustriningsih as the head of the region institutionalized 'Lima Plus Perangkat Komunikasi' innovation of Local Government of Kebumen and the role of Head of the Region following Rustriningsih in maintaining the continuation of the innovation. The researcher also tried to discover factors influencing the continuation of innovation. To obtain the information, the researcher used a collaboration of theory on good governance and structuration theory created by Anthony Gidden that a change shows routinization and de-routinization practices in which an agent is able reproduce, bid, and modify a structure by using enabling factors and managing constraining factors. (keywords:institutionalization, continuation of innovation, good governance).
Kata Kunci : Pelembagaan,Keberlanjutan Inovasi, Good Governance