Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Desa Wisata di Kabupaten Bantul

FARIKHAH YUNI S, Prof. Dr. Yeremias T. Keban, SU, MURP

2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan desa wisata di Kabupaten Bantul yang mana akan mengulas lebih dalam faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi desa wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan desa wisata di Kabupaten Bantul dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi desa wisata di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan penelitian kualitatif sebagai metode primer dan penelitian kuantitatif sebagai metode sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, melakukan survai, dan studi pustaka serta dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Pokdarwis (sebagai pengelola desa wisata), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul (sebagai pengambil kebijakan), pihak swasta, masyarakat sekitar obyek wisata dan wisatawan (sebagai konsumen). Observasi dilakukan di lokasi penelitian di 10 desa wisata di Kabupaten Bantul. Kuesioner yang terkumpul setelah melalui proses editing sejumlah 62 kuesioner. Selain itu, juga dilakukan pengumpulan data dengan memanfaatkan studi literatur dan sumber referensi lain yang terkait dengan desa wisata. Berdasarkan hasil penelitian, dari faktor internal, sumber daya manusia pengelola desa wisata dirasa masih kurang dalam hal kualitas dan kuantitas. Pengelolaan anggaran yang kurang terorganisir menimbulkan adanya inefisiensi anggaran. Kemudian dari segi infrastruktur masih memerlukan pembenahan terutama fasilitas homestay. Dari faktor eksternal, kemampuan masyarakat dalam mengelola manajemen bencana alam masih menjadi tantangan utama. Dukungan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat di rasa masih kurang, hal ini terutama karena manfaat dari pengembangan pariwisata di desa masih belum terasa. Yang terakhir, perkembangan teknologi yang pesat belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola desa wisata. Kesimpulannya, pengembangan desa wisata harus terus dilakukan. Kerjasama pemerintah, swasta, dan masyarakat harus terus ditingkatkan demi meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata. Inovasi-inovasi produk dan pelayanan dengan mengedepankan kepentingan wisatawan sebagai pengguna layanan harus terus dimunculkan agar tujuan dan manfaat dari kegiatan pariwisata dapat terpenuhi. Kata kunci: pariwisata, desa wisata, pariwisata berbasis komunitas, pokdarwis

This research is about the factors that influence the development of tourism villages in Bantul Regency, which will deeper analyzing the internal and external factors that influence the tourism villages. The purpose of this research is to describe the development of tourism village in Bantul Regency and identify the factors that affect it. The research used mixed method approach, with qualitative research as primary method and quantitative research as secondary method. Data gathered by interview, observation, survey, and literature study process. Pokdarwis (as the organizer of tourism village), Culture and Tourism Agency of Bantul Regency (as policy maker), private sector, the community near tourism village and tourists (as consumer) is interviewed. Ten tourism villages in Bantul Regency is observed. 62 valid questionnaires is collected after editing process. Literature and other references is also studied to collect more data. Based on the result of this research, from the internal factors, human resources in the tourism village is still lack both in quantity and quality. Less organized money circulation has created money inefficiency problem. And the infrastructures still need more repairing, especially the homestays. From external factors, the community ability to manage disaster management still becomes the main challenge. The lack of support from local government, private sector, and the community itself has become another trouble. And the last factor is technology development which hasn�¢ï¿½ï¿½t been used optimally by the tourism village organizer. In conclusion, the development of tourism village still has a long way to go. The cooperation between local government, private sector, and the community has to be raised even more for the sake of improving the tourism village quality. New product and service innovations with customers in mind need to be created so that the goals and benefits of tourism activity can be obtained. Key words: tourism, tourism village, community based tourism, pokdarwis

Kata Kunci : pariwisata, desa wisata, pariwisata berbasis komunitas, pokdarwis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.