GERAKAN SOSIAL BUDAYA DALAM PERMASALAHAN MASYARAKAT PERKOTAAN Merti Code Sebagai Media Pembelajaran dan Pelestarian Lingkungan Hidup di Kawasan Bantaran Sungai Yogyakarta
HARRY RAHMAWAN, Dr. Mada Sukmajati, MPP
2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Perlakuan terhadap lingkungan pada kawasan perkotaan, khususnya di daerah bantaran sungai dewasa ini seakan tidak lagi diperhatikan. Padahal jika diperhatikan, kelestarian lingkungan bantaran sungai akan memberikan manfaat yang banyak bagi mereka yang hidup dan bertempat tinggal dalam kawasan tersebut. Kearifan terhadap lingkungan sekitar, khususnya pada daerah bantaran sungai seharusnya menjadi sesuatu hal yang harus diperhatikan. Dalam hal ini, apa yang sedang terjadi pada lingkungan bantaran sungai di kawasan perkotaan Yogyakarta menjadi sebuah fenomena empiris yang menarik untuk diperbincangkan. Perlakuan terhadap sungai Code di dusun Jetisharjo yang dilembagakan dalam gerakan Merti Code seperti sebuah anomali dalam perkembangan kawasan perkotaan. Penelitian ini mencoba untuk menceritakan perjalanan sebuah gerakan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan bantaran sungai. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden serta informan dari penelitian ini terdiri tokoh masyarakat yang terlibat aktif dalam gerakan Merti Code, warga masyarakat yang berada dalam lingkungan tersebut, dan juga dari pemerintahan kota Yogyakarta. Responden dari tokoh masyarakat yang terlibat dalam gerakan Merti Code dipilih berdasarkan pengaruh yang dimilikinya, pada titik ini bisa dikatakan sebagai motor gerakan. Sedangkan responden dari pemerintahan kota Yogyakarta dipilih berdasarkan pada kompetensinya sebagai institusi pemerintahan yang membawahi kebijakan tentang pengaturan lingkungan dalam kawasan perkotaan. Berdasarkan pada asumsi awal, diketahui bahwa gerakan Merti Code merupakan gerakan yang berasal dari sebuah tradisi lokal masyarakat setempat. Selain itu dalam perkembangan sebuah kawasan perkotaan, di dusun Jetisharjo mulai terjadi fenomena kemajemukan warga masyarakatnya. Terkait dengan fakta tersebut, apa yang sedang terjadi di bantaran sungai Code melalui gerakan Merti Code, seakan memberi jawaban bahwa perlakuan terhadap lingkungan haruslah disikapi dengan bijak. Sudah semestinya lingkungan tidak lagi dianggap sebagai suatu faktor yang terpisah dalam kehidupan, melainkan harus diperlakukan layaknya sebuah bagian yang terintegrasi dengan kehidupan itu sendiri.  
Nowadays the treatment of the environment in urban areas, particularly in riverbanks seems longer cared. Whereas if you noticed, the environmental sustainability along the river will provide many benefits for those who live and reside in the area. The wisdom of the surrounding environment, in particular in areas along the river should be considered. In this case, what is happening to the environment along the river in the urban areas of Yogyakarta becomes an interesting empirical phenomenon to be discussed. Treatment of the Code River in the Jetisharjo village institutionalized as Merti Code as an anomaly in the development of urban areas. This research tries to recount the journey of a movement which oriented to environment sustainabillity of riverbanks. Therefore, this research used a qualitative descriptive method. Respondents and informants from this research consisted of community leaders who are actively involved in the movement of Merti Code, citizens who are living in the environment, also from the Government of the city of Yogyakarta. Respondents from community leaders involved in the movement of Merti Code selected on the basis of influence, at this point can be regarded as the engine movement. While respondents from Yogyakarta city government selected based on their competencies as an institution of Government in charge of setting policy on the environment in urban areas. Based on the research results, it is known that the movement of Merti Code derived from a local tradition of the local community. In addition, the development of an urban area, in the Jetisharjo began occurring phenomenon of pluriformity of society. Related to this fact, what is happening along the river Code through Merti Code movement, give the answer that the treatment of the environment must be addressed wisely. It stands to the environment is no longer considered as a separate factor in life, but rather should be treated as an integral part of life itself.
Kata Kunci : gerakan sosial, tradisi kultural, lingkungan