Pengaruh Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Saponin Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis)
ROSIANA DWI WAHYUNI, Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St.
2014 | Skripsi | BIOLOGIBinahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan. Semua bagian tanaman ini dapat dijadikan sebagai obat, salah satu kandungan obat yakni saponin yang berfungsi sebagai antioksidan, anti bakteri dan anti fungi (Kristyana, 2005). Kandungan klorofil pada daun berkhasiat sebagi disinfektan, antibiotik dan suplemen makanan. Banyaknya khasiat binahong sebagai tanaman obat berpotensi untuk dibudidaya, namun batang binahong yang menjalar tidak teratur menjadi kendala dalam pembudidayaan. Diperlukan usaha untuk mengurangi tinggi tanaman sekaligus meningkatkan kandungan klorofil dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh paklobutrazol terhadap pertumbuhan, anatomi batang, kerapatan stomata, kandungan klorofil dan saponin pada binahong. Penelitian dilakukan di green house, Fakultas Biologi, UGM menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan konsentrasi paklobutrazol yaitu 0 ppm (kontrol), 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm, masing-masing perlakuan dengan 5 ulangan. Umbi tanaman binahong dengan ukuran ± 2 cm ditanam dalam ember plastik diameter 30 cm yang berisi campuran tanah : kompos (3:1,v/v). Setelah tanaman berumur 2 bulan, paklobutrazol diaplikasikan dengan cara disemprot ke seluruh permukaan tanaman dan pada media tanam. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, kerapatan stomata, anatomi batang, kadar kandungan klorofil dan kadar kandungan saponin. Kandungan klorofil dan saponin ditentukan dengan metode spektrofotometri, sedangkan anatomi batang dan daun diamati dengan mikroskop. Hasil penelitian menunjukan bahwa paklobutrazol mengakibatkan beda nyata pada pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun, ukuran diameter batang, kerapatan stomata, kadar klorofil dan kadar saponin tanaman binahong. Semakin besar konsentrasi paklobutrazol maka semakin tinggi pula kadar kandungan klorofil, kadar kandungan saponin, kerapatan stomata dan diameter batang.
binahong as potential for cultivated medicinal plants, but stems binahong irregular radiating an obstacle in cultivation. Necessary efforts to reduce plant height and increase the content of chlorophyll and saponins. This research aims to study the effect of paklobutrazol on growth, stem anatomy, stomatal density, chlorophyll content and saponin on binahong. The study was conducted in the green house, Faculty of Biology, Gadjah Mada using randomized block design with five treatments paklobutrazol concentration is 0 ppm (control), 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, and 250 ppm, respectively treatments with 5 replications. Binahong plant bulbs with ± 2 cm in size were planted in 30 cm diameter plastic bucket containing a mixture of soil: compost (3: 1, v / v). After a 2-month-old plants, paklobutrazol applied by spraying to the entire surface of the plant and the planting medium. Observed growth parameters ie plant height, number of leaves, stomatal density, stem anatomy, chlorophyll levels and levels of saponin content. Chlorophyll content and saponins were determined by spectrophotometric method, while the stem and leaf anatomy were observed with a microscope. The results showed that the significant difference paklobutrazol resulted in the growth of plant height and number of leaves, stem diameter, stomatal density, chlorophyll content and plant saponins binahong levels. The greater the concentration of paklobutrazol the higher the levels of chlorophyll content, the levels of saponin content, stomatal density and stem diameter.
Kata Kunci : Anredera cordifolia, Paklobutrazol, Stomata, Klorofil, Saponin