Laporkan Masalah

PATOGENISITAS FUSAN Bacillus thuringiensis var. kurstaki DAN israelensis F28 & F33 BIAKAN AIR KELAPA TERHADAP VEKTOR DEMAM BERDARAH Aedes aegypti L.

SURYADI ISLAMI, Dr. Siti Sumarmi

2014 | Skripsi | BIOLOGI

Salah satu cara yang efektif untuk menekan angka kejadian DBD adalah dengan cara dilakukannya program pengendalian vektor penyakit tersebut, berupa nyamuk Aedes aegypti, salah satunya dengan memanfaatkan bakteri Bacillus thuringiensis (B.t.). Penggunaan B.t. dalam pengendalian Ae. aegypti dapat menunjukkan hasil yang baik karena efektif membunuh larva nyamuk tersebut, namun untuk memperbanyak B.t. dibutuhkan media pertumbuhan khusus yang mahal harganya sehingga perlunya dicari alternatif media pertumbuhan lain yang potensial terhadap pertumbuhan B.t., salah satunya adalah air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan fusan B.t. (F28 dan F33) dalam media air kelapa sebagai alternatif pengganti media standar, mengetahui patogenisitas dan efek subletal yang ditimbulkan terhadap larva Ae. aegypti. Metode penelitian patogenisitas terhadap larva Aedes aegypti instar kedua dan ketiga adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 pengulangan. Seri konsentrasi yang digunakan untuk uji F28 adalah 108, 1010, 1012 dan 1014, sedangkan untuk uji F33 adalah 106, 1014, 1018, 1020 dan 1022. Mortalitas larva diamati setiap 24 jam sekali selama 72 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fusan dapat tumbuh baik dalam media air kelapa dengan massa sel fusan F28 sebanyak 1,01 x 108 sel/ml dan F33 sebanyak 1,03 x 108 sel/ml dan terbentuk spora serta kristal. LC50 F28 < LC50 F33. Dari hasil uji patogenisitas, dapat disimpulkan bahwa fusan F28 & F33 dapat bersifat patogen terhadap larva Ae. aegypti dan hasil pengamatan efek subletal menunjukkan bahwa fusan B.t. F28 dan F33 tidak memberikan efek subletal terhadap perilaku, lama waktu dan keberhasilan menjadi imago serta kemampuan bertelur Ae. aegypti.

One effective way to reduce case of DHF is doing the vector control of DHF program that was Aedes aegypti, one of biocontrol is by using Bacillus thuringiensis (B.t.) bacteria. The use of specific growth media for B.t. is very exspensive therefore the purpose of the research was to study the growth of B.t. fusan (F28 & F33) in coconut water medium as an alternative, found out the pathogenicity and observed the sublethal effects. The methods of pathogenicity test used was Complete Random Design (CRD) method with 3 times of replications. The concentrations used was for F28 were 108, 1010, 1012 and 1014, for F33 were 106, 1014, 1018, 1020 and 1022. The mortality of larvae was observed at 24 hours up to 72 hours of treatment. From the results, it was known that fusan grew well in the coconut water medium and they could formed spores and crystalliferous proteins. The pathogenicity test showed F28 fusan has higher pathogenicity than F33. It could be concluded that the fusan F28 & F33 could be pathogenic to larvae of Ae. aegypti and the observations indicated that fusan F28 and F33 have no sublethal effects on Ae. aegypti behavior, the time of metamorphosis period and the successful well as the ability to lay eggs.

Kata Kunci : DBD, Patogenisitas, Fusan, Bacillus thuringiensis, Aedes aegypti.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.