Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK TEMPAT PERINDUKAN DAN STATUS RESISTENSI LARVA Aedes spp. TERHADAP INSEKTISIDA ORGANOFOSFAT DI KECAMATAN DANUREJAN DAN KOTAGEDE, KOTA YOGYAKARTA

WILDAN SAYIDI, Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si.,M.Kes.

2014 | Skripsi | BIOLOGI

Kecamatan Danurejan dan Kotagede merupakan salah satu daerah endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha pengendalian nyamuk vektor penyakit DBD secara langsung dilakukan dengan cara larvasida dan pengasapan menggunakan bahan kimia organofosfat. Penggunaan bahan kimia dalam jangka waktu yang lama dan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi nyamuk Aedes spp. Upaya penanganan lain dapat dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan mempelajari karakteristik tempat perindukan larva Aedes spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempat perindukan larva Ae.aegypti dan status resistensinya terhadap insektisida organofosfat di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan sebagai daerah endemik DBD rendah dan Kelurahan Rejowinangun, Kotagede sebagai daerah endemik DBD tinggi. Pada penelitian ini dilakukan survei karakteristik tempat perindukan larva Ae.aegypti melalui wawancara dengan warga dan pemeriksaan langsung tempat-tempat yang diduga sebagai perindukan nyamuk Ae. aegypti. Larva yang ditemukan dari tempat tersebut diuji secara biokimia untuk mengetahui status resistensinya terhadap insektisida organofosfat. Hasil wawancara dan survey lapangan menunjukkan karakteristik tempat perindukan larva Ae. aegypti di kedua kelurahan tersebut adalah kontainer berisi air jernih, tidak kotor dan keruh; kondisi kontainer lembab, dingin dan tidak langsung terkena sinar matahari; kondisi kontainer terbuka, tidak ada predator, dinding permukaan kasar dan tidak tercampur dengan tanah; nilai suhu antara 24-28ºC dan pH 4-8. Hasil pengujian biokimia status resistensi larva Ae. aegypti terhadap insekstisida organofosfat menunjukkan hasil positif resisten baik di Kelurahan Rejowinangun maupun Kelurahan Tegalpanggung

Danurejan and Kotagede Districts are some of endemic areas of Dengue Hemorraghic Fever (DHF) in Yogyakarta City, Daerah Istimewa Yogyakarta Province. The high dengue cases in that area became a basis to do prevention and control of dengue desease. One of the prevention effort is mosquito nest eradication by studying the characteristics of Aedes aegypti breeding place and its resistance status to organophosphate insecticide. This study aims to investigate the breeding places characteristics of Ae.aegypti larvae and its resistance status to organophosphate insecticide in Tegalpanggung Village, Danurejan District as a low dengue endemic areas and Rejowinangun Village, Kota Gede District as a high dengue endemic areas in Yogyakarta City. In this research, survey of breeding places characteristics of Ae.aegypti larvae by people interviewing and direct inspection of suspected place as Ae. aegypti breeding places were done. Larvae that recovered from breeding place tested with biochemical assay to determine its resistance status to organofosfat insecticide. The results of interview and field survey show that characteristics of Aedes aegypti breeding place in Tegalpanggung and Danurejan are container containing clear water, not dirty and turbid; container having moist conditions, not hot and not directly exposed by sunlight; container in open condition, no predators inside, rough wall surfaces and not directly touched by land; water temperature between 24-28ºC and pH values between 4-8. The results of biochemical assay show that resistance status of Ae. aegypti larvae to organophosphates insecticide were positive resistance both in Rejowinangun and Tegalpanggung Village.

Kata Kunci : breeding place, resistance, Ae. aegypti, organoposphate


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.