Laporkan Masalah

Kandungan Protein Mikroalga Kultur Tunggal Chlorella zofingiensis Donz dan Kultur Campuran Isolat Glagah dalam Skala Laboratorium dan Raceway Pond

NASTITI RAMADHANI, Eko Agus Suyono, M. App. Sc.

2014 | Skripsi | BIOLOGI

Mikroalga merupakan organisme fotosintetik yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk ikan karena kandungan proteinnya yang tinggi. Mikroalga yang dijadikan sebagai sumber protein komersial biasanya berasal dari kultur tunggal dan dikultivasi secara massal. Namun untuk mengontrol kondisi aseptis dalam kultur massal cukup sulit, karena mikroalga mampu membentuk konsorsium dengan mikroorganisme lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan protein antara kultur tunggal Chlorella zofingiensis Donz dan kultur campuran yang telah diisolasi dari pesisir Pantai Glagah. Kedua jenis kultur dikultivasi dalam laboratorium menggunakan Bold Basal Medium, kemudian dilanjutkan kultur dalam raceway pond dengan medium modifikasi Walne dan BG 11 selama 7 hari. Parameter yang diukur adalah kandungan protein. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi terdapat pada kultur campuran isolat Glagah dalam skala massal sebesar 65,79%; kandungan protein total sebanyak 104,78 mg/L; dan kandungan protein per sel sebanyak 61,91 ng/sel. Produktivitas protein yang dihasilkan oleh kultur campuran isolat Glagah lebih tinggi dibanding kultur tunggal Chlorella zofingiensis Donz dalam skala laboratorium dan skala massal dengan jumlah sebesar 16,52 mg/L/hari.

Microalgae is photosynthetic organism that can be used as natural food for fish, because it has high protein content. Microalgae used as a commercial source of protein usually is derived from a monoculture and cultivated in mass scale. However, to control the aseptic condition in mass scale is quite difficult because microalgae is able to form consortia with other microorganisms.The purpose of this study was to determine protein content between monoculture of Chlorella zofingiensis Donz and mixed culture that have been isolated from Glagah coastal areas,both types of cultures were cultivated in the laboratory using Bold Basal Medium then continued in raceway pond using modified Walne and BG 11 medium for 7 days. The parameters were protein content.This study shows that the highest protein percentage found in mixed culture isolates Glagah on a mass scale by 65.79%; total protein content of 104.78 mg/L; and protein content per cell were 61.91 ng/cell. Productivity protein produced by the mixed culture isolates Glagah higher than monoculture of Chlorella zofingiensis Donz in laboratory scale and mass scale in the amount of 16.52 mg/L/day.

Kata Kunci : Chlorella zofingiensis Donz, isolat Glagah, kultur campuran, raceway pond, protein / Chlorella zofingiensis Donz, Glagah isolate, mixed culture, raceway pond, protein


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.