Laporkan Masalah

GERAKAN SOSIAL PEREMPUAN TANI DALAM PENYELAMATAN LINGKUNGAN PEGUNUNGAN KENDENG KABUPATEN PATI

WAKHIDATIN NURUL HIDAYAH, Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed; Subejo, S.P, M.Sc, Ph.D

2014 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini mengkaji mengenai gerakan sosial yang dilakukan oleh perempuan tani dalam penyelamatan lingkungan Pegunungan Kendeng Kabupaten Pati. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rencana pertambangan dan pendirian pabrik oleh PT. Semen Gresik di wilayah Pegunungan Kendeng. Rencana tersebut dapat membahayakan lingkungan, khususnya sumber-sumber mata air di Pegunungan Kendeng yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Sumber mata air tersebut digunakan warga sebagai sumber air minum, memasak, mencuci, hingga irigasi sawah. Jika sumber mata air tersebut rusak, maka masyarakat akan kesusahan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan irigasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive pada Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Simbar Wareh, yang berada di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat partisipasi dalam gerakan sosial dan wawancara mendalam untuk mengetahui upaya dalam menjaga keberlanjutan kelompok serta implikasi gerakan sosial terhadap perempuan petani. Dari hasil penelitian, faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat partisipasi dalam gerakan sosial adalah motivasi dan pengalaman. Upaya yang dilakukan KPPL Simbar Wareh untuk menjaga keberlanjutan kelompok adalah dengan menetapkan tujuan penyelamatan lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Implikasi gerakan sosial terhadap perempuan tani menjadikan mereka semakin sadar akan pentingnya lingkungan dan akan terus berusaha menjaga lingkungan untuk generasi selanjutnya. Mereka akan terus berjuang agar Pegunungan Kendeng tetap lestari dan bebas dari ancaman perusakan dari pihak manapun.

This research studies on social movements that performed by women farmers in saving the environment of Kendeng Mountains in Pati district. This research is motivated by the mining plan and the establishment of cement factories by PT. Semen Gresik in the area of Kendeng Mountains. The plan may harm the environment, especially the source of the water that so far has been used by people as a source of drinking water, cooking, washing, and the rice field irrigation. If the springs are damaged, then the public will meet difficulties in fulfilling the needs of water supply and irrigation. This research was conducted by surveying the group Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Simbar Wareh, located in Sub-District Sukolilo adn Kayen, Pati. Tehe study was conducted through interviews using a questionnaire to determine the factors that influence to the level of participation in social movements and in-depth interviews to determine the effort in sustaining the group as well as the implications of the social movements of women farmers. The research results showed that the factors that significantly influence to the level of participaton in social movements are the motivation and experience. Efforts made KPPL Simbar Wareh to sustain the group are to set a goal of saving the environment as a legacy for future generations. Implications of social movements for women farmers to make them to be more aware on the importance of the environmental issues and continuing on the maintenance of the environment for the future generations. They will continue to fight to protect Kendeng Mountains for keeping the stability and free from the threat of destruction from any party.

Kata Kunci : Gerakan sosial, Perempuan tani, Lingkungan, Pati


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.