Laporkan Masalah

Kekuatan Lentur Komposit Kaca-Aluminium-Akrilik yang Dipanasi Pada Temperatur 825 derajat Celcius dan 875 derajat Celcius

AZHARI ARFIANTO, Ir. Suryo Darmo, MT

2014 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESIN

Penelitian tentang komposit dengan menggunakan bahan baku campuran serbuk kaca dan serbuk aluminium sudah banyak dilakukan, namun dalam pembuatannya selalu menggunakan proses penekanan dan pemanasan (sintering). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data sifat mekanis komposit dengan bahan baku yang sama namun dalam pembuatannya tidak menggunakan proses penekanan. Dengan demikian bahan ini bisa digunakan untuk membuat benda yang dalam pembuatannya tidak ada proses penekanan diantaranya seperti pada proses indirect layer manufacturing (3 dimensi). Dalam hal ini serbuk akrilik digunakan sebagai pengikat dalam pembuatan green specimen. Campuran serbuk aluminium bekas (ukuran butir < 0,297 mm), serbuk kaca bekas (ukuran butir < 0,074 mm), dan serbuk akrilik (ukuran butir < 0,074 mm) dengan perbandingan volume 1:1:1 dicetak dalam cetakan kertas berukuran (90x10x10) mm3, kemudian dipanasi pada temperatur 250 ºC untuk membuat green specimen. Green specimen selanjutnya dibuat menjadi sintered specimen dengan jalan dipanasi pada temperature 825 ºC dan 875 ºC. Sintered specimen kemudian diuji dengan uji lentur untuk mendapatkan kekuatan lenturnya. Kekuatan lentur sintered specimen maksimum yang dihasilkan untuk temperatur 825 ºC dan 875 ºC masing-masing adalah 275,4 kg/cm2 dan 319,9 kg/cm2; sedangkan kekuatan lentur minimumnya masing-masing adalah 272,1 kg/cm2 dan 302,9 kg/cm2.

There have been many studies of composite made of mixed glass and aluminum powder raw materials conducted. However, the composite was produced using pressing and heating process (sintering). The study aimed at collecting mechanical data of composite made of the same raw materials but it was not produced using pressing process. Thus, the resulting composite might be used to produce products that were produced without any pressing process such as found in indirect layar manufacturing (3 dimensions) process. In this case acrylic powder was used as binding agent in producing green specimen. Used aluminum powder mixture (granular size < 0.297 mm), used glass powder (granular size < 0.074 mm), and acrylic powder (granular size < 0.074 mm) at the ratio 1:1:1 was casted in a paper mold of the dimension of 90 x 10 x 10 mm3 and then heated at 250 ºC to produce the green specimen. The green specimen was subsequently transformed into sintered specimen by heating it at 825 ºC and 875 ºC. The sintered specimen was tested using flexibility test to find out its flexibility strength. The resulting maximum flexibility strengths of the sintered specimen were obtained at 825 ºC and 875 ºC were 275.4 kg/cm2 and 319.9 kg/cm2; while the minimum flexibility strengths were 272.1 kg/cm2 and 302.9 kg/cm2.

Kata Kunci : komposit, serbuk aluminium, serbuk kaca, serbuk akrilik, sintered specimen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.