Laporkan Masalah

Keragaman Bakteri pada Rizosfer Pisang Ambon Kuning Tumpang Sari dengan Allium spp.

TINA KUSUMAWARDHANI, Prof.Dr.Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.;Dr.Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc

2014 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Pisang (Musa sp.) merupakan salah satu tanaman penting di dunia setelah padi, gandum, dan jagung. Fusarium oxysporum f.sp. cubense merupakan patogen tular tanah penyebab layu Fusarium yang sangat merusak dan menyebabkan kegagalan produksi pisang. Salah satu cara pengendalian yang dapat diterapkan yaitu dengan kultur teknis, salah satunya tumpang sari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari komunitas bakteri pada rizosfer pisang yang ditumpang sari dengan Allium spp. melalui analisis molekuler dengan PCR-RISA (Ribosomal Intergenic Spacer Analysis). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tumpang sari pisang dengan 4 spesies Allium : kucai (Allium tuberosum), bawang merah (Allium cepa var. aggregatum), loncang (Allium fistulosum), dan wakegi (Allium wakegi) yang dibandingkan dengan kontrol. Keragaman bakteri dari masing-masing perlakuan kemudian dianalisis dengan software NTSYS version 2.1 (Numerical Taxonomy System, Applied Biostatistics, Inc., Setauket, New York). Didapatkan hasil bahwa pisang yang ditumpang sari dengan bawang merah memiliki bakteri yang paling beragam dibandingkan dengan perlakuan Allium yang lain yaitu dengan 6 pita DNA yang terbentuk pada 1000 bp, 1100 bp, 1200 bp, 1300 bp, 1350 bp, dan 1400 bp. Komunitas rizobakteri pada pisang berubah setelah perlakuan tumpang sari jika dibandingkan dengan kontrol.

Banana (Musa sp.) is one of the most important crop in the world after rice, wheat, and maize. Fusarium oxysporum f.sp. cubense, the pathogen of banana Fusarium wilt is a devastating soil-borne fungal disease causing failure of banana production. Disease control can be applied by culture techniques such as intercropping. The aim of this research was to study microbia community of banana rhizosphere intercropped with Allium spp. through molecular analysis by PCR-RISA (Ribosomal Intergenic Spacer Analysis). The treatments given were intercropping banana with 4 species of Allium : chinese leek (Allium tuberosum), shallot (Allium cepa var. aggregatum), bunching onion (Allium fistulosum), and wakegi (Allium wakegi) compared to control treatment. Microbial diversity from each treatment was analyzed by NTSYS version 2.1 (Numerical Taxonomy System, Applied Biostatistics, Inc., Setauket, New York). The result showed that rhizobacteria of banana intercropped with shallot had the most diverse than other Allium with 6 DNA bands (1000 bp, 1100 bp, 1200 bp, 1300 bp, 1350 bp, 1400 bp). Banana rhizobacteria community changed after treatment compared with control.

Kata Kunci : Kata kunci : RISA, keragaman bakteri, layu Fusarium, tumpang sari pisang-Allium.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.