KARAKTER BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI KRITERIA SELEKSI SIFAT KETAHANAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen)
RINI LATAL WAFIROH, Prof. Dr. Ir. Djoko Prajitno, M.Sc. ; Dr. Agung Wahyu Susilo, S.P., M.P.
2014 | Skripsi | PEMULIAAN TANAMANSifat buah yang terkait ketahanan PBK perlu diketahui untuk menentukan kriteria seleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter kulit buah kakao baik morfologi maupun anatomi yang berkorelasi dengan sifat ketahanan PBK. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Kaliwining dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember pada 26 Agustus hingga 23 Oktober 2013. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah jenis klon dengan tingkat ketahanan yang berbeda, yaitu Sulawesi 03 (tahan), ICCRI 07 dan KKM 22 (moderat tahan), Sulawesi 02 dan KW 264 (agak rentan), ICCRI 04, KW 165, dan Sulawesi 01 (rentan), serta KW 516 dan RCC 72 (sangat rentan). Karakter buah meliputi karakter morfologi dan anatomi diamati saat buah muda (kurang lebih 3 bulan), buah sedang (kurang lebih 4 bulan), dan buah hampir masak (kurang lebih 5 bulan). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam alfa 5 persen dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda DMRT alfa 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi yang berupa ketebalan buah pada puncak buah, ketebalan buah pada alur primer, ketebalan buah pada alur sekunder, serta kekasaran permukaan puncak buah berkorelasi negatif dengan sifat ketahanan PBK, sedangkan kekerasan lapisan sklerotik pada bagian alur primer berkorelasi positif dengan sifat ketahanan PBK. Karakter anatomi yang berupa kepadatan sebaran granula tanin pada bagian puncak buah, alur primer, maupun alur sekunder berkorelasi positif dengan sifat ketahanan PBK.
The characteristics of cocoa pod borer (CPB) resistance on pod must be known to determine the selection criteria. The aim of the research was to identify morphological and anatomy characteristics of pod that correlate with CPB resistance characteristic. The experiment was conducted at KP. Kaliwining and Plant Breeding Laboratory, Indonesian Coffea and Cocoa Research Institute Jember since August 26 to October 23, 2013. The experiment used Randomize Complete Design (CRD) with 3 replications. The experiment used cocoa clons with different resistance level, consist of Sulawesi 03 (resistance), ICCRI 07 and KKM 22 (moderate resistance), Sulawesi 02 and KW 264 (moderate susceptible), ICCRI 04, KW 165, and Sulawesi 01 (susceptible), KW 516 and RCC 72 (highly susceptible). The characteristics of pods consist morphological characteristics and anatomy characteristics were observed on young pod (about 3 month age), medium pod (about 4 month age), and nearly mature pod (about 5 month age). The data were analyzed by Analysis of variance (Anova) at significance level alpha 5 percent and DMRT of alpha 5 percent. The result showed that morphological characteristic of pod, known as thickness of pod on the ridge, thickness of pod on the primary furrow, thickness of pod on the secondary furrow, and roughness on the ridge of pod were negatively correlated with CPB resistance characteristic, and hardness of sclerotic layer on the primary furrow was positively correlated. Anatomy characteristics of pod known as density of granule tannin distribution on the ridge, the primary furrow, and the secondary furrow were negatively correlated with CPB resistance characteristic.
Kata Kunci : karakter morfologi, karakter anatomi, buah kakao, kriteria seleksi, sifat ketahanan, hama PBK / morphological characteristic, anatomy characteristic, cocoa pod, selection criteria, resistance characteristic, cocoa pod borer.