PEMETAAN KERUSAKAN TANAH UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI SUBDAS WURYANTORO BAGIAN TENGAH, WONOGIRI
RENDIKA FERRI KURNIAWAN, Prof. Dr. Ir. Supriyanto Notohadisuwarno, M.Sc.;Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.
2014 | Skripsi | ILMU TANAHPenelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan status kerusakan tanah di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah, Wonogiri, Jawa Tengah. Tahap penelitian yaitu pembuatan peta potensi kerusakan, verifikasi di lapangan, analisis data, penyusunan peta status kerusakan tanah. Tahap awal adalah pembuatan peta potensi kerusakan tanah dengan menumpang susun peta lereng, tanah, penggunaan lahan dan iklim. Kemudian dilakukan survey di lapangan dan pengambilan sampel menurut satuan peta lahan (SPL) yang ada pada peta potensi. Data yang diamati di lapangan adalah ketebalan solum, kebatuan permukaan, kemiringan lereng, penggunaan lahan, ketinggian tempat, drainase, kedalaman tanah. Analisis laboratorium meliputi berat isi, porositas total, derajat pelulusan air, komposisi fraksi, pH, daya hantar listrik, dan potensial redoks. Dari hasil penelitian, tingkat kerusakan lahan di Sub DAS Wuryantoro bagian tengah adalah rusak ringan (R.I) dan rusak sedang (R.II) dengan faktor pembatas yang mendominasi adalah derajat pelulusan air (p), berat isi (d) dan komposisi fraksi (f). Luas daerah yang rusak ringan adalah 6576,66 ha atau 88,77 %, sedangkan untuk daerah yang rusak sedang adalah 210,3 ha atau 2,84 %. Berdasarkan peta status kerusakan tanah diberikan rekomendasi tindakan konservasi tanah harus segera dilaksanakan untuk memperbaiki kerusakan tanah sebelum mencapai tingkatan rusak berat.
This research's aim is to map the soil degradation status in the middle section of Wuryantoro watershed, Gajah Mungkur reservoir, Wonogiri, Central Java. The research stages is to make map of soil degradation potencies, field surveying, data analysis, then to make map of soil degradation status. The first stage is to overlay maps of slope, soil, and climate polygons. Land mapping unit (LMU) is obtained from soil degradation potency map. The datas we observed on the fields are the depth of soil horizon, surface rocks, slopes, land use, altitudes, and drainages. Meanwhile, soil sample is taken for lab analysis, for analyzing bulk density, total porosity, permeability, pH, ECC, redox potential. The result show that soil degradation status on the middle section of Wuryantoro watershed are, light degraded (R.I) and moderate degraded (R.II) with limiting factors of permeability (p), bulk density (d) and coarse fragments (f). The width of light-degraded area is 6576,66 ha atau 88,77 %, and moderate-degraded area is 210,73 ha atau 2,84 %. Based on the status of soil degradation, soil conservation have to be done soon to repair the advanced damagement of soil before it getting severe.
Kata Kunci : mapping, soil degradation, pemetaan, kerusakan tanah