Laporkan Masalah

DIMENSI EKONOMI POLITIK DAN SPASIAL KONSUMSI LISTRIK SELURUH PROVINSI INDONESIA

TIMOTIUS DHARMAWAN HARSONO, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.

2014 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN

Salah satu isu pembangunan infrastruktur yang menarik perhatian publik adalah kondisi dimana pertumbuhan kapasitas listrik di Indonesia tertinggal oleh laju pertumbuhan permintaan listrik. Hal ini menyebabkan terjadinya kekurangan daya listrik dan rendahnya rasio elektrifikasi. Studi ini berusaha membuktikan hubungan kausal antara konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi (1944-2010), serta meneliti beberapa pola ekonomi dan spasial konsumsi listrik (1993-2010) di 14 wilayah distributif PLN dan 6 koridor ekonomi. Disamping itu, analisis ekonomi politik kebijakan tarif listrik juga dilakukan berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif yang berasal dari wawancara dengan metode snow ball sampling. Menggunakan uji kausalitas Granger yang dimodifikasi dengan Error Correction Model (ECM) dan data time series dalam periode 1984-2010, temuan studi ini menunjukkan bahwa ada hubungan jangka pendek searah yang bergerak dari konsumsi listrik ke PDB per kapita untuk Indonesia. Uji kausalitas untuk koridor ekonomi Sumatera juga menunjukkan hasil yang sama seperti Indonesia. Namun, uji kausalitas koridor Kalimantan menunjukkan arah hubungan kausal yang berlawanan dengan Indonesia dan koridor Sumatera. Tipologi dan diskriminan analisis terbukti bermanfaat sebagai dasar untuk mengintegrasikan perumusan kebijakan pembangunan listrik regional. Lebih penting lagi, Indonesia dapat meningkatkan kinerja pembangunan wilayah dengan memperhatikan dimensi spasial yang memasukkan aspek penduduk, industrialisasi, kontribusi sektor kelistrikan terhadap PDRB,dan tingkat kemiskinan. Temuan dalam penelitian ini memberikan pespektif tentang aspek spasial konsumsi listrik dan ekonomi regional yang berimplikasi terhadap pembangunan daerah. Dengan menggunakan dimensi ekonomi dan spasial, analisis ini mempelopori studi konsumsi listrik Indonesia yang memasukkan geografi dalam kebijakan pembangunan sektor kelistrikan dan pembangunan regional. Berdasarkan temuan, analisis lebih lanjut dilakukan dari perspektif ekonomi politik untuk memahami mengapa tarif listrik di seluruh wilayah Indonesia selama ini diberlakukan seragam, padahal variasi ekonomi dan karakteristik antardaerah terbukti berbeda. Akhirnya, temuan studi ini menunjukkan diperlukannya perubahan mendasar dalam kebijakan listrik dan pembangunan wilayah. Indonesia membutuhkan kebijakan pembangunan dan ketenagalistrikan yang menggabungkan variasi regional dalam hal populasi, industrialisasi, pembangunan listrik dan kemiskinan untuk meningkatkan kinerja pembangunan di daerah dengan memperhatikan dimensi spasial dan faktor-faktor dominan yang dapat menjelaskan tipologi wilayah berdasarkan konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi. Temuan dan analisis dalam penelitian ini memberikan beberapa pemikiran baru yang berkaitan dengan aspek spasial dan ekonomi politik konsumsi listrik Indonesia dan pembangunan wilayah. Kata kunci: konsumsi listrik, pertumbuhan ekonomi, Kausalitas Granger, model diskriminan, tipologi, wilayah, tarif listrik dan subsidi

One of the most striking issues is that electricity capacity growth in Indonesia has lagged behind the pace of electricity demand growth, leading to power shortages and a low electrification ratio. This study attempts to prove the causal relationship between electricity comsumption and economic growth (1944- 2010) and to explore some economic and spatial patterns of electricity consumption (1993-2010) in 14 PLN’s distributive regions and 6 economic corridors. Apart of that, a political economic analysis on electricity tariff policy is also performed based on quantitative and qualitative data collected during indepth interview and snow ball sampling technique. Using modified Granger causality tests with Error Correction Model (ECM) and time series data within the period of 1984-2010, the findings shows that there is a unidirectional short run relationship moving from electricity consumption to GDP per capita for Indonesia. The causality test for Sumatra corridor also shows the same result as Indonesia. However, the causality of Kalimantan corridor shows the opposite direction of Indonesia’s and Sumatra economic corridor’s. Typology and discriminant analyses prove to be useful as the basis to integrate the formulation of regional electricity development policy. More importantly, Indonesia can enhance the performance of regions by taking into account the spatial dimension of population, industrialization, electricity development and poverty. The findings in this study offer some insights about spatial aspect of the Indonesia’s electricity consumption and regional economies which do carry some implication on regional development. By applying economic and spatial dimension, this analysis pioneers the study of Indonesia’s electricity consumption that incorporates geography into electricity and regional development policy. Based on the findings, further analysis are performed from the perpective of the political economic to understand why the electricity tariff accross all regions in Indonesia is set to be homogeneous, regardless of the fact that economic and characteristic among regions are proven to be different. Finally, the findings suggest that fundamental changes in electricity and regional development policies are required. More importantly, Indonesia needs electricity and development policy that incorporate regional variations in terms of population, industrialisation, electricity development and poverty to enhance the performance of regions by taking into account the spatial dimension of dominant factors in terms of electric consumption and economic growth. The findings and the analysis in this study offer some insights about spatial and political economic aspect of the Indonesia’s electricity consumption and regional development. Keywords: electricity consumption, economic growth, Granger Causality, discriminant model, typology, region, electricity tariff and subsidy.

Kata Kunci : konsumsi listrik, pertumbuhan ekonomi, Kausalitas Granger, model diskriminan, tipologi, wilayah, tarif listrik dan subsidi; electricity consumption, economic growth, Granger Causality, discriminant model, typology, region, electricity tariff and subsidy.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.