PEMANFAATAN LANDSAT 8 UNTUK PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN PURWOREJO
FAUZIAH ISTIQOMAH, Prima Widayani, S.Si., M.Si
2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGBanjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi. Kejadian banjir mengisyaratkan telah terjadi ketidakseimbangan di alam. Akibat dari kurangnya sumber informasi kebencanaan terjadi kendala dalam mensosialisasikan tingkat kerawanan banjir, sehingga kerugian akibat bencana banjir yang terjadi masih sangat tinggi. Salah satu upaya meminimalkan dampak negatif bencana banjir yaitu dengan tersedianya peta daerah rawan dan beresiko banjir, yang dapat digunakan untuk perencanaan pengendalian atau penanggulangan dini. Penelitian yang dilakukan di kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah ini menggunakan data Penginderaan Jauh satelit Landsat 8 dan memanfaatkan metode overlay dengan teknik intersect yang selanjutnya akan diolah lebih lanjut menggunakan metode pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Metode ini memberikan skor dan bobot pada masing � masing parameternya. Beberapa parameter yang mempengaruhi tingkatan resiko banjir adalah penggunaan lahan, kemiringan lereng, jarak buffer sungai, persebaran curah hujan dan tekstur tanah. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa kabupaten Purworejo terbagi menjadi 3 tingkat kerawanan bencana banjir, yaitu tidak rawan sebesar 42,94%, rawan sebesar 56,31% dan sangat rawan sebesar 0,74%.
Floods are the most frequent natural disaster occurs. Flood events have signaled an imbalance in nature. As a result of the lack of resources in disseminating disaster occurs constraints flood vulnerability, so that the losses due to the floods that occurred is still very high. One of the efforts to minimize the negative impact that the availability of flood-prone area maps and flood risk, which can be used for the control or prevention of early planning. Research conducted in the district of Central Java Purworedjo used data Landsat 8 satellite remote sensing and utilizing the technique Intersect overlay method which will be processed further using quantitative methods tiered approach weighted. This method gives a score and weight on each - each parameter. Some of the parameters that affect the level of flood risk is land use, slope, distance buffers the river, rainfall distribution and soil texture. The final results of this study indicate that the district is divided into 3 levels Purworedjo flood vulnerability, which is not vulnerable by 42.94%, amounting to 56.31% prone and very vulnerable by 0.74%.
Kata Kunci : Flood Vulnerability, Overlay, Remote Sensing and Geographic Information Systems