KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS (Studi di RW 26 Perum Gumuk Indah, Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta)
MUTIA YULI PRATIWI, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si
2014 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Pembangunan pada dasarnya menuntut peran negara, dan keterlibatan masyarakat di segala bidang yaitu, sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, serta lingkungan. Pembangunan dimulai dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Manusia diarahkan untuk mengembangkan sumber daya alam dan lingkungan serta memaksimalkan potensi yang ada secara berkelanjutan. Pergeseran pola konsumsi masyarakat menimbulkan persoalan pada lingkungan, yaitu peningkatan volume sampah akibat modernitas, keberagaman dan pertambahan populasi. Sampah yang kurang terkelola merupakan masalah yang cukup serius dalam bidang ilmu kesejahteraan sosial. Untuk mencapai kesejahteraan hidupnya, manusia melakukan berbagai upaya pemenuhan kebutuhan. Dalam proses tersebut sampah muncul sebagai dampak sampingan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia. Pelaksanaan Program DIY Green and Clean di RW 26 Perum Gumuk Indah Sidoarum sejak tahun 2007 merupakan upaya perbaikan pengelolaan sampah dan lingkungan untuk mereduksi volume sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam pada sejumlah informan. Purpossive sampling dan snowball sampling digunakan dalam pemilihan 17 orang informan yang terdiri atas pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan desa, pendamping program, pengelola bank sampah, serta masyarakat penerima program. Hasil yang diperoleh menunjukkan keberlanjutan Program DIY Green and Clean di RW 26 Perum Gumuk Indah. Keterlibatan Persada dan pemerintah melalui pendampingan dan sosialisasi menjadi pendorong partisipasi masyarakat dalam program yang berlangsung. Sinergi antara pihak penyelenggara dan pemerintah dalam memberikan wacana baru terkait nilai-nilai pengelolaan lingkungan, pada akhirnya mampu dipahami dan dijalankan atas dasar kesadaran masyarakat sebagai bentuk implementasi atas nilai-nilai baru yang berhasil terinstitusionalisasikan ke dalam pola kegiatan masyarakat komunitas RW 26. Dari hasil penelitian, terdapat beberapa aspek yang mengancam keberlanjutan program pengelolaan lingkungan berbasis komunitas ini. Lambatnya regenerasi kader pada masyarakat perumahan, tingginya tingkat migrasi sirkuler untuk beraktivitas jauh dari wilayah komunitas, serta kurang tegasnya sanksi hukum memungkinkan terjadinya kemandegan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas ini. Dengan demikian, agar program pengelolaan lingkungan dapat terimplementasi dengan baik. Kesadaran masyarakat sebagai individu penghasil sampah yang berkewajiban mengelola sampah, seharusnya dikawal dengan peraturan hukum guna mencapai suatu hasil yang berkelanjutan.
ABSTRACT Development is basically requires role of the state, and community involvement in every aspects of life, economic, political, social, cultural, defense and security, and the environment. Development began by improving the quality of human resources. People is directed to develop natural resources and the environment and to maximize the potential that exists in a sustainable manner. The shift in people’s consumption patterns cause problems in the environment, namely an increase in the volume of waste as a result of modernity, diversity and population growth. Waste which are less managed is a serious problem in the social welfare study. To achieve welfare in life, people make efforts to meet the needs. In that process, waste appears as side effects that affect human welfare. The implementation of DIY Green and Clean Program in RW 26 Perum Gumuk Indah Sidoarum since 2007 is an improvement of waste management and the environment to reduce the volume of waste that goes to the landfill. This study uses qualitative method with descriptive approach. Information obtained through in-depth interviews on a number of informants. Purposive sampling and Snowball sampling was used in selecting 17 informants consisting of provincial administrator, district and village, program companion, the manager of Bank Sampah, and public program beneficiaries. The research findings shows the sustainability of DIY Green and Clean program in RW 26 Perum Gumuk Indah. Persada and government involvement through mentoring and outreach to drive community participation in the current program. The synergy between the organizers and the government in providing a new discourse related to the values of environmental management, in the end are able to be understood and executed on the basis of public awareness as a form of implementation of the new values were successfully institutionalized into community activity patterns RW 26 communities. From the research, there are some aspects that threaten the sustainability of the community-based environmental management program. The slow regeneration of participant from the public housing society, high rates of circular migration to move away from the area of the community, as well as a lack of law enforcement allows the stagnation of this community-based environmental management. Thus, for environmental management programs can be well implemented. Public awareness as an individual waste producer is obliged to manage waste, should be guided by the rule of law in order to achieve a sustainable outcome. Keywords: Sustainability, independent waste management, community-based development.
Kata Kunci : Keberlanjutan, Pengelolaan sampah mandiri, Pembangunan berbasis komunitas.