Pemilihan Metode Pembelajaran Mata Kuliah Berbasis Manufaktur di Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada Menggunakan Pendekatan Teori Keputusan
SATWIKA MATAHARI A, Nur Aini Masruroh, ST., M.Sc., Ph.D.
2014 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRISektor manufaktur dinilai lebih tahan terhadap volatilias harga di pasar internasional jika dibandingkan dengan komoditas mentah, sehingga semakin besar kontribusi manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), semakin stabil ekonomi suatu negara (Koeberle dalam Syafputri, 2012). Selain itu, Darmawan (2011) menyatakan manufaktur merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar di suatu negara. PDB Indonesia pada tahun 2010 adalah sekitar USD 700 Miliar, dan manufaktur menyumbang sekitar 45 persen dari angka tersebut. Ditambah lagi, peningkatan produktivitas sektor manufaktur menyebabkan 69 persen lapangan pekerjaan di sektor manufaktur di Indonesia menjadi sektor formal dengan nilai upah tinggi. Peningkatan ini tentu diikuti oleh peningkatan kebutuhan tenaga kerja, yang juga pastinya diikuti oleh peningkatan persaingan dalam mendapatkan pekerjaan di sektor manufaktur. Di sinilah peran penting pendidikan, yaitu menciptakan manusia-manusia terdidik dan berkualitas. Atas alasan itulah, sudah selayaknya pendidikan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Banyak teori mengenai metode pembelajaran sebagai upaya penyelenggaraan pendidikan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran mana yang paling baik untuk diterapkan pada mata kuliah berbasis manufaktur di Program Studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini mengembangkan model keputusan dengan menggunakan influence diagram. Tujuan dari model keputusan ini adalah memaksimalkan pembelajaran peserta didik. Terdapat empat kriteria yang mempengaruhi pembelajaran, yaitu kemampuan peserta didik, usaha peserta didik, persiapan peserta didik, dan sumber daya yang disediakan oleh penyelenggara pendidikan. Untuk mengetahui bobot dari masing-masing kriteria, digunakan perhitungan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari perhitungan tersebut didapatkan formula multiple attribute utility function untuk masing-masing alternatif metode pembelajaran. Dari formula tersebut dan dengan pengukuran utilitas, didapatkan expected value. Setelah melalui perhitungan expected value dari masing-masing alternatif, diketahui bahwa expected value tertinggi didapat oleh alternatif Individual Learning, yaitu 50,2 persen. Hal tersebut berarti metode pembelajaran yang paling tepat diterapkan pada mata kuliah berbasis manufaktur ialah metode Individual Learning.
The manufacturing sector is more resilient to volatility in the market price internationally when compared to the raw commodity, so the more contribution of manufacturing to Gross Domestic Product (GDP), the more stable economy of a country (Koeberle in Syafputri, 2012). In addition, Darmawan (2011) stated that manufacturing is one of source the largest income in a country. Indonesia's GDP in 2010 is approximately 700 billion USD, and manufacturing accounts for approximately 45 percent of the number. Again, the increased productivity of the manufacturing sector cause 69 percent of jobs in the manufacturing sector in Indonesia became formal sector with high wages. These improvements followed by increasing need for labor, which is also certainly be followed by an increase in competition in getting jobs in the manufacturing sector. This is where the importance of education is, to create educated and qualified people. That's why a proper education has to be implemented in the best way, so as to obtain the expected results. There are many theories about learning methods in an attempt implementation of a good education. This study aims to determine which learning methods are best to be applied to manufacturing-based subjects in the Industrial Engineering Program, Universitas Gadjah Mada. This study developed a decision model using influence diagrams. The purpose of this decision model is to maximize the learning of students. There are four criteria that influence learning, they are ability, effort, preparation, and resources provided by education providers. To determine the weight of each criterion, Analytical Hierarchy Process (AHP) method is used as calculation. Multiple attribute utility function for each alternative learning methods is obtained from those calculations. From those formulas and the measurement of utility, expected value is obtained. After going through the calculation of expected value of each alternative, the result is the highest expected value obtained by Individual Learning, which is has 50.2 percent. This means that best learning methods to be applied in the manufacturing-based subjects is Individual Learning.
Kata Kunci : decision, learning methods, influence diagrams, AHP, multiple attribute utility function, utility