Laporkan Masalah

Analisis Kualitas Pencahayaan Asrama Kinanti UGM Menggunakan Pemodelan Numerik Sesuai SNI Pencahayaan dan Simulasi

ABDUL QOYYIM, Sentagi S. Utami, S.T., M.Sc., Ph.D; Harry Prabowo, S.T., M.T

2014 | Skripsi | FISIKA TEKNIK

Asrama Kinanti UGM adalah fasilitas tempat tinggal yang ditawarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Asrama Kinanti UGM merupakan bangunan dengan mayoritas ruang huni mahasiswa. Ruang huni memiliki aktivitas belajar sehingga harus diperhatikan dengan baik oleh perancang bangunan mengenai sistem pencahayaan ruang asrama tersebut yang memiliki dampak pada kelancaran aktivitas belajar. Perancangan sistem pencahayaan ruang dilakukan menggunakan metode numerik berdasarkan SNI pencahayaan dan simulasi DIALux. Parameter yang digunakan adalah iluminan rata-rata yang dibagi menjadi dua permukaan perhitungan, area utama dan area belajar, dua skenario pengujian (kondisi existing dan optimalisasi), dan dua skenario pencahayaan, alami dan buatan. Iluminan rata- rata area utama dan iluminan area belajar dalam kondisi existing dan optimal untuk pencahayaan alami belum memenuhi standar SNI. iluminan rata-rata ruang huni pada pencahayaan buatan dalam kondisi existing telah memenuhi standar SNI yaitu 132 lux namun dalam kondisi optimal terjadi peningkatan menjadi 154 lux. iluminan area belajar dalam kondisi existing belum memenuhi standar SNI sedangkan dalam kondisi optimal telah memenuhi standar SNI. Nilai beban daya listrik dari lampu yang digunakan dalam kondisi existing telah memenuhi standar SNI, namun dengan kondisi optimal didapat penghematan sebesar 42,2%.

Kinanti UGM is residential facilities offered by Universitas Gadjah Mada (UGM). Kinanti UGM has a majority of student living room. Living room has a learning activity that must be considered by the lighting designer that has an impact on the smoothness of learning activities. The design of lighting systems is done using numerical methods based on SNI and simulation DIALux. The parameters used are the average illuminance divided into two-surface calculations, the main area and study area, two test scenarios (existing and optimal), and two lighting scenarios, daylight and artificial lighting. Average illuminance of main area and study area in daylighting of existing conditions is not optimal to meet SNI standards. Average illuminance of main area in artificial lighting of existing conditions has met the SNI standards, 132 lux, but in optimal conditions there was an increased to 154 lux. Average illuminance in the study area has not met SNI standards in existing conditions while in optimal conditions meets the standards. Rated load power in the existing conditions has met the SNI standards, but with an optimal conditions obtained savings of 42.2%.

Kata Kunci : dialux, pencahayaan alami, pencahayaan buatan, asrama, simulasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.