DISTRIBUSI SPASIAL WARALABA MAKANAN DI KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN
DWI NUR IHSAN, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.
2014 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHWaralaba merupakan suatu bentuk usaha kerjasama suatu perusahaan dengan pihak lain yang melakukan kontrak kerja untuk menjalankan bisnis di bawah format bisnisnya dengan imbalan yang telah disepakati. Jenis bisnis ini berkembang dengan pesat di Indonesia karena waralaba(franchise) yang berdiri pasti sudah memiliki nama dan konsep bisnis yang sudah diatur. Kecamatan Depok merupakan pasar yang potensial untuk dijadikan sebagai tempat pemasaran waralaba terutama di Desa Catur Tunggal dan Condong Catur karena kawasan ini berkembang dengan pesat infrastrukturnya yang didukung dengan akses jalan yang memadai. Penelitian ini pun lebih bertujuan untuk mengetahui persebaran keruangan (distribusi spasial) dari gerai waralaba makanan yang tersebar di Kecamatan Depok. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini pada dasarnya adalah menggunakan data primer bersifat kualitatif, dimana data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan stakeholders (pelaku waralaba dan konsumen) untuk mengetahui persepsi mereka mengenai keberadaan gerai waralaba di Kecamatan Depok. Penentuan lokasi gerai dilakukan dengan cara plotting berdasarkan data yang representatif disesuaikan dengan data lapangan. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh ke dalam bentuk deskripsi peta dan table. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa persebaran gerai waralaba membentuk pola mengelompok. Penempatan lokasinya banyak dipengaruhi oleh penggunaan lahan di wilayah yang di tempatinya. Persebaran gerai waralaba mengelompok di suatu wilayah yang aksesnya mudah dan terjangkau. Kebanyakan gerai waralaba menempati lahan yang sudah terbangun dimana terdapat merek waralaba yang lebih besar berdiri di lahan tersebut (Indomart, Alfamart).
Franchise is a business relationship in which the company cooperate with others company that have agreed a work contract to conduct the business under the business format with the previously agreed fee. This business grows rapidly in Indonesia because the existing franchise has had a popular name and a business concept that has been set, moreover the capital budget is quite reachable. Depok is a potential market to be used as a marketing franchise, especially in Catur Tunggal and Condong Catur village. These are rapidly growing area both in population and infrastructure which is supported with adequate road access. This study is aimed to find out more spatial distribution of food franchise outlets which scattered in Depok subdistrict. The method used in this research is using qualitative primary data in which the primary data is obtained from direct interviews with the stakeholders and consumers to determine their perceptions about the existence of franchise in Depok. The determination of the outlet location is done by withdrawal representative data plotting of franchise population in Depok, Sleman. Descriptive analysis is used to analyze the data that has been obtained in the form of a map description. The results of this research indicate that the distribution of franchise outlets are clustered. The location is mostly influenced by the land use in the area where they live. The spreading of franchise outlets tend to be clustered in easy and reachable access area. Most of franchise outlets occupy a land which has been built a bigger franchise brand such as Indomart, Alfamart.
Kata Kunci : Waralaba, Distribusi spasial, Depok, Gerai, dan Waralaba makanan