ANALISIS PENGARUH VARIASI MATERIAL DINDING DAN GEOMETRI LANGIT-LANGIT TERHADAP KEJELASAN PERCAKAPAN DI RUANG KELAS MENGGUNAKAN CATT-ACOUSTIC
RESSY JAYA YANTI, Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D;Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D.
2014 | Skripsi | FISIKA TEKNIKRuang kelas adalah bentuk fasilitas yang umumnya dikenal sebagai ruang pembelajaran (learning spaces). Jika kualitas akustik ruang kelas yang baik maka, proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan tidak mennyebabkan kelelahan. Masalah utama pada ruang kelas adalah waktu dengung dan background noise. Solusi yang diusulkan adalah meredam kebisingan yang berlebihan dan memperoleh pendengaran yang homogen dengan menerapkan absorber dan diffusor (abfusor) sebagai elemen interior. Abfusor dapat mengontrol reverberasi yang berlebihan dan mempertahankan energi bunyi yang dibutuhkan dalam ruang. Kondisi standar dari akustik ruang yang ideal, mengacu pada ANSI-ASA: S12.60-2002. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan simulasi menggunakan CATT-Acoustic dengan 5 skenario. Parameter akustik yang diobservasi adalah T30, RASTI dan C50 (clarity). TVST 82 termasuk kedalam kategori 2 ANSI-ASA: S12.60-2002 (283m3< Volum <566 m3 ) maksimal waktu dengung 0,7 s dan background noise maksimal 35 dB. Nilai waktu dengung pada semua skenario menunjukan bahwa waktu dengung memenuhi ANSI. Hasil penelitian juga menunjukkan kondisi akustik homogen hampir di semua untuk skenario 2 dan skenario 4. Kejelasan percakapan terbaik diperoleh dari skenario 4 ( RASTI 0,73 - 0,82 dan C50 6,2 dB - 10,1 dB ).
Classroom is a form that is commonly known as the facility of learning space. If the acoustic quality of the classrooms si good, the learning process can be delivered smoothly and does not cause fatigue. The main problem in a classroom is the reverberation time and background noise. The main solution proposed si by damping excessive sound bor noise and obtain homogeneous hearing condition implementing absorbers and diffusors (abfusor) as elements interior. Abfusor can control excessive reverberation and maintain the sound energy needed in the space. Standard conditions of an ideal acoustic space, refers to the ANSI-ASA: S12.60-2002. The method used was observation and simulation using CATT-Acoustic with 5 scenarios. Acoustic parameters observered were T30, RASTI, and C50 (clarity). With TVST 82 in category 2 of ANSI-ASA: S12.60-2002 (283m3 <V <566 m3) maximum reverberation time of 0.7 s and a maximum of 35 dB of background noise. Value of reverberation time in all scenarios show that the reverberation time fulfills ANSI. The result also indicated homogeneous acoustic conditions in almost all positions for scenario 2 and scenario 4. Clarity of the best conversations is obtained from scenario 4 (RASTI 0.73 to 0.82 and C50 6.2 dB to 10.1 dB).
Kata Kunci : Akustik ruang kelas, Material dinding, Geometri langit-langit, Kejelasan percakapan, CATT-Acoustic./Classroom acoustics, Wall material, Geomatry ceiling, clarity of conversation