Laporkan Masalah

DINAMIKA KOMUNITAS RHIZOBAKTERI BEBERAPA JENIS BAWANG YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN PISANG

TRI WIDIYASTUTI, Dr. Ir. Ngadiman, M. Si.;Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.

2014 | Skripsi | MIKROBIOLOGI PERTANIAN

INTISARI DINAMIKA KOMUNITAS RHIZOBAKTERI BEBERAPA JENIS BAWANG YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN PISANG Tri Widiyastuti (09/284054/PN/11782) Budidaya tanaman pisang di Indonesia dan negara lainnya tengah menghadapi tantangan besar berupa penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense. Penyakit tersebut menyebabkan penurunan produksi pisang secara signifikan di seluruh dunia. Salah satu teknik yang telah banyak digunakan untuk mengatasi penyakit ini yaitu sistem tumpangsari. Tanaman bawang (Allium spp.) adalah salah satu jenis tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman tumpangsari karena kandungan senyawa antimikrobianya. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui pengaruh tumpangsari beberapa jenis bawang dengan pisang terhadap dinamika komunitas rhizobakteri bawang tersebut. Sampel tanah yang diambil dari rhizosfer beberapa jenis bawang-bawangan yaitu bawang merah, kucai, loncang, dan wakegi dikomposit, kemudian bakteri diisolasi pada medium TSA. Selanjutnya bakteri total diekstraksi dan dilakukan PCR-RISA. Data profil RISA dianalisis dengan menggunakan program program NTSYS versi 2.1 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan bakteri meningkat setelah dilakukan tumpangsari bawang dengan pisang bila dibandingkan dengan kontrol. Komunitas rhizobakteri tertinggi terdapat pada tumpangsari pada kucai dan terendah pada bawang merah. Sementara keragaman rhizobakteri tertinggi terdapat pada perlakuan tumpangsari dengan kucai dan loncang dan terendah pada wakegi dan bawang merah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jenis tumpangsari yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap dinamika komunitas rhizobakteri.

ABSTRACT DYNAMICS OF RHIZOBACTERIAL COMMUNITY OF SOME SPESIES OF ALLIUM INTERCROPPED WITH BANANA Banana cultivations in Indonesia and other countries have been facing a great challenge in the form of fusarium wilt disease caused by Fusarium oxysporum f.sp cubense. The disease causes significant decline in banana production around the world. One technique widely used to treat this disease is intercropping system. Onions (Allium spp.) are often used as intercropping because their production of antimicrobial compounds. The purpose of this study was to determine effect of intercropping onions with banana to the dynamic of the rhizobacterial community. Soil samples taken from the rhizosphere several types of onion crops (shallot, chinese leek, bunching onion, and wakegi) were composited, then bacteria were isolated on TSA medium. Furthermore, total bacteria colonies were extracted and subjected to PCR-RISA. The RISA profiles were analyzed using the NTSYS version 2.1 program. The results showed that the density of bacteria increased after the onion intercropping with banana when compared with control. The highest rhizobacterial density found in intercropped onions with chinese leek and the lowest on shallot. While the highest rhizobacterial diversity is found in intercropping banana with chinese leek and bunching onion and the lowest in wakegi and shallot. Therefore, it can be concluded that the intercropping of different types of Allium have different effects on dynamic of rhizobacterial community.

Kata Kunci : Fusarium oxysporum f.sp. cubense, tumpangsari, Allium spp., dinamika komunitas rhizobakteri.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.