Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di Kabupaten Sleman Sebagai Tindakan Represif Terhadap Pelanggaran Aturan Kampanye Pemilu Legislatif 2014
ADI TINULAD LUKITO, Dr. Harry Supriyono, S.H., M.Si.
2014 | Tugas Akhir | D3 HUKUM (PARA LEGAL)PENERTIBAN ALAT PERAGA KAMPANYE (APK) di KABUPATEN SLEMAN SEBAGAI TINDAKAN REPRESIF TERHADAP PELANGGARAN ATURAN KAMPANYE PEMILU LEGISLATIF 2014 oleh: Adi Tinulad Lukito*, Dr. Harry Supriyono, S.H., M.Si.** INTISARI Kampanye merupakan ajang bagi Peserta Pemilu untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemilih atau rakyat yangakan memengaruhi pada hasil pemilu yang diperoleh oleh Peserta Pemilu. Namun berkampanye tetap memiliki aturan yang harus ditaati dan tak jarang Peserta Pemilu tidak mengindahkan peraturan pemilu ini sehingga pelanggaran terhadap aturan pemilu harus ditegakkan melalui peringatan kepada Peserta Pemilu. Sehingga pada tahap akhir perlu digunakannya tindakan represif berupa penertiban agar tata tertib berkampanye tetap terjaga. Al-Imam Asy-Syafeei berkata ikatlah ilmu dengan tulisan, begitupun Praktik Kerja Lapangan digunakan sebagai ajang untuk mengikat ilmu yang telah dipelajari dengan langsung memraktikannya di lapangan. Sehingga dengan melakukan Praktik Kerja Lapangan ini diharapkan Penulis dapat memahami sejauh mana kemapuan penulis dalam memahami ilmu hukum dan sekaligus menjadi tujuan dari Penulis dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan. Pada pelaksanaan penertiban Alat Peraga Kampanye pemilu legislatif yang dilaksanakan selama empat hari di wilayah Kabupaten Sleman, didapatkan lebih dari seribu Alat Peraga Kampanye yang berhasil ditertibkan. Jumlah ini menjadi sebuah ironi mengingat yang melakukan pelanggaran kampanye adalah orang yang nantinya akan membuat aturan yang harus dipatuhi rakyat, namun mereka sendiri tidak mematuhi peraturan dalam berkampanye. Kata Kunci: Kampanye, Ilmu, Alat Peraga Kampanye (APK). *Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Program Diploma Hukum. **Dosen Pembimbing Lapangan dan Kepala Prodi Program Diploma Hukum Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
THE CAMPAIGN VISUAL AIDS CONTROL IN SLEMAN REGENCY AS REPRESSIVE ACTION TOWARDRULES INFRACTION OF LEGISLATIVE GENERAL ELECTIONS CAMPAIGN 2014 By: Adi Tinulad Lukito*, Dr. Harry Supriyono, S.H., M.Si.** ABSTRACT Campaign is places for member of General Elections to get an attention and support from the voters or citizenry. So that, influences of the campaign would be also get effect on result of member of General Elections got. However, campaign still has rules that peremptory by member of General Elections, but most of them it does not follow the rules. No matter what, that rules have to stand still by warning or by repressive action as last action that can do it to keep policing of campaign. Al-Imam Asy-Syafeei said bind the knowledge by writes it, and so internship, it used as knowledge binding which we had from learning in the class. So, practicing it in the field also become a parameter to knowing how much writer understanding the law knowledge, and also it was aimed of writer pick up this internship. In the implementation of controling visual aids campaign of General Elections which can be held in four days in Sleman regency, we got more than a thousand of visual aids of campaign. This result is very ironic, considering the member of General Elections who breaks the rules would become a law maker, but they are breaching the rules by themselves. Keyword: Campaign, Knowledge, Visual Aids Campaign. *Student of Law Diploma Program Of Vocation School Gadjah Mada University. **Internship Lecturer and Lector of Law Diploma Program of Vocation School of Gadjah Mada University.
Kata Kunci : Kampanye, Ilmu, Alat Peraga Kampanye