PENGALAMAN IBU MENYUSUI SEBELUM, SAAT DAN SETELAH ERUPSI MERAPI 2010
ERVIANA DEWI MUSLIKHAH, Elsi Dwi Hapsari,S.Kp.,MS.,DS.,Dr.Fitri Haryanti, Skep.,M.Kes
2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANPENGALAMAN IBU MENYUSUI SEBELUM, SAAT DAN SETELAH ERUPSI MERAPI 2010 Erviana Dewi Muslikhah 1 , Elsi Dwi Hapsari 2 , Fitri Haryanti 3 INTISARI Latar Belakang: Salah satu program Millenium Development Goals (MDGs) yaitu menurunkan angka kematian bayi dan anak . Angka kematian bayi yang cukup tinggi di dunia dapat dihindari salah satunya dengan pemberian ASI . Memberikan ASI pada saat kritis atau situasi bencana merupakan hal yang masih sulit untuk dilakukan. Banyak ibu menolak memberikan ASI pada bayinya dikarenakan persepsi bahwa dalam situasi bencana yang mempengaruhi kondisi psikologis Ibu, dikhawatirkan ASI tidak bisa keluar. Sehingga ibu - ibu lebih memilih memberikan susu formula untuk bayinya . Tujuan: Untuk mengetahui pengalaman ibu dalam memberikan ASI sebelum, saat dan setelah terjadi bencana erupsi Merapi 2010. Metode: Penelitian dengan rancangan kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian adalah ibu menyusui yang berada di hunian tetap Cangkringan. Part isipan dalam penelitian adala h 5 orang ibu. Analisis data menggunakan content analysis Colaizzi (1978). Hasil: Pada waktu sebelum terjadi bencana erupsi didapatkan tema kondisi ibu sebelum terjadi bencana dengan sub tema memberikan ASI pada anak, keberadaan ibu serta kesulitan menyusu i. Sedangkan pada saat terjadi bencana erupsi didapatkan dua tema yaitu:kenyataan di shelter yang berbeda dengan harapan dengan sub kategori respon psikologis ibu, kondisi kesehatan anak yang terganggu, pemberian susu formula, serta gangguan dalam menyusui . Tema satunya adalah dukungan social yang diterima ibu dengan sub kategori dukungan suami dan bantuan yang diterima saat di shelter. Pada waktu setelah terjadi erupsi ditemukan tema keadan di hunian tetap yang memuat sub kategori yaitu: kondisi anak, pemb erian ASI serta pemberian PMT. Penelitian ini juga menemukan tema tambahan yaitu tentang pemberian ASI pada anak yang lain. Sub kategori yang didapatkan adalah tentang durasi pemberian ASI eksklusif dan pengasuhan anak. Kesimpulan: Pengalaman ibu menyusui pada waktu bencana erupsi memiliki persamaan yaitu partisipan sama - sama memberikan ASI nya pada waktu sebelum dan setelah erupsi, namun pada saat erupsi partisipan mencoba memberikan susu formula. Partisipan menemui kesulitan dalam memberikan ASI pada wak tu sebelum dan saat terjadi bencana namun hal tersebut tidak menyurutkan niat partisipan untuk tetap menyusui. Partisipan mendapat dukungan social dari suami untuk memberikan ASI saat terjadi bencana. Kata kunci : ASI,bencana 1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, FK UGM, Yogyakarta 2. Bagian Maternitas, Program Studi Ilm u Keperawatan, FK UGM, Yogyakarta 3. Bagian Anak, Program Studi Ilmu Keperawatan, FK UGM, Yogyakarta xii
EXPERIENCE OF BREAS TFEEDING MOTHER BEFORE, DURING, AND AFTER MERAPI ERUPTION 2010 Erviana Dewi Muslikhah 1 , Elsi Dwi Hapsari 2 , Fitri Haryanti 3 ABSTRACT Background : One of the Millennium Development Goals ( MDGs) program is to reduce infant and child mortality. The infant mortality rate in the world that is high can be avoided with breastfeeding . Providing ASI at the critical time or disaster situation is still difficult to be do ne. Many mothers refuse to breastfeed their babies because there is a perc eption when disaster situation it can influence the psychological condition of mother, ASI is feared can not be produced. Therefore, mothers choose to give the formula milk for their babies. Objective: To determine the experiences of mothers in breastfeeding before , during and after the eruption of Merapi in 2010 . Method: The research with qualitative design and phenomenological approach . The samples are breastfeeding mothers who live in Hunian Tetap Cangkringan. The Participants are 6 mothers. Analysis of the data using content analysis Colaizzi ( 1978). Result: At the time available before the eruption of the theme of pre - disaster condition with a sub theme of breastfeeding on children, mothers and the presence of feeding difficulties. While at the time of eruption obtained two themes, namely: a different reality in the shelter with the hopes of a sub category of maternal psychological response, the health condition of the affected child, formula feeding, and interference with breastfeeding. The theme of which is the social support received by mothers with sub categories of husband support and assistance received while in the shelter. In the time after the eruption found in residential fixed objec theme that includes sub categories: the child's co ndition, breastfeeding and provision of PMT. The study also found that an additional theme about breastfeeding another child. Sub - category is obtained about the duration of exclusive breastfeeding and parenting. Conclusion: Experience of breasfeeding mothe rs at the time of the eruption of the participants have in common is both her breastfeeding at the time before and after the eruption , but at the time of the eruption of the participants tried to give formula . Participants have trouble breastfeeding at the time before and during the disaster but this should not deter the participants to continue breastfeeding . Participants received social support from husbands to breast feed when a disaster occurs. Keywords: ASI, disaster ________________________________ ____________________________________ 1. The Student of Nursing Science, Faculty of Medicine , Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 2. Department of Maternity, Nursing Science Program, Faculty of Medicine Gadjah Mada University, Yogyakarta 3. Department of Pediatric, Nursing Science, Faculty of Medicine , Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta xiii
Kata Kunci : ASI, disaster _____________________