Bioakustik Burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi, Stresemann, 1912) di Taman Nasional Bali Barat
ARISTA SETYANINGRUM, Susilo Hadi, Ph.D
2014 | Skripsi | BIOLOGIIndonesia merupakan negara megabiodiversitas dengan lebih dari 1500 jenis burung dan 381 diantaranya merupakan spesies endemik. Salah satu spesies endemik di Indonesia adalah burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi). Burung ini termasuk juga dalam burung dilindungi karena jumlah populasinya yang sangat kecil dihabitat alaminya. Banyak penelitian dilakukan untuk melestarikan Burung Curik Bali antara lain studi perilaku, ekologi, taksonomi dan metode sexing dengan pendekatan molekular. Informasi mengenai vokalisasi dari Burung Curik Bali saat ini masih sangat sedikit, sehingga dilakukan penelitian awal untuk mempelajari variasi suara Burung Curik Bali dan mempelajari perbedaan karakter suara pada individu jantan dan betina. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pembinaan Curik Bali dan Pura Segala Rupek (habitat pasca pelepas-liaran), Taman Nasional Bali Barat. Pengambilan data dilakukan selama seminggu pada tanggal 10-16 Maret 2014 dengan menggunakan voice recorder Sony ICD-UX523F dengan mode linear PCM 44kHz/16bit yang diletakkan didepan kandang dan di sekitar gowok (kandang buatan). Rekaman suara kemudian dianalisis dengan menggunakan software Avisof SAS-Lab versi Lite. Data kuantitatif yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel dan data berupa spektrogram. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa Burung Curik Bali memiliki 15 tipe suara yang dapat digolongkan menjadi 10 tipe suara panggilan (Call) dan 5 tipe nyanyian (Song). Pada 10 tipe panggilan, 8 diantaranya merupakan tipe panggilan jantan dan 2 sisanya merupakan panggilan betina. Suara nyanyian (Song) hanya dilakukan oleh individu jantan. Perbedaan karakter antara individu jantan dan individu betina terletak pada: 1) jumlah variasi vokalisasi yaitu jantan memiliki tipe suara yang lebih banyak daripada betina. 2) nilai fundamental frekuensi antara individu jantan dan betina. Fundamental frekuensi suara individu jantan dan betina ditunjukkan pada tipe 2 dan tipe 9 suara call. Kedua tipe suara ini memiliki pola spektrogram dan bunyi yang sama namun memiliki nilai fundamental frekuensi yang berbeda yaitu jantan memiliki nilai lebih tinggi daripada betina.
Indonesia is the one of megabiodiversity country with more than 1500 species of birds and 381 of them are an endemic species. Bali Myna is an endemic species in Bali island that is protected because of it's few amount size population in native habitat. Many studies have been held to support their existence such as etology, ecology, taxonomy and DNA sexing but only few information about their vocalization. The aims of this study was to study about the variation of Bali Myna and the characteristic of male's and female's voice. This study was held at Bali Myna Breeding Center and Pura Segala Rupek (release habitat), Bali Barat National Park on March, 10th - 16th 2014. This study used Sony ICD-UX523F voice recorder with linear PCM 44kHz/16bit mode, it was placed in front of the cage and around gowok (artificial nest). Datas of voice were analized by Avisoft SAS-Lab Lite version. Based on this study we found that Bali Myna has 15 type of voice. Ten voices type are calling voices and the rest voices are song voices type. Male's and female's voices have different character, they are : 1) number of voice type betwen male and female, male's has more variation than female's. 2) Female's and male's have one type of calling voices that similar to each other, they are type 2 and type 9 but they have different number of fundamental frequency. Female's voice lower than male's.
Kata Kunci : Curik Bali, suara, fundamental frekuensi, spektrogram