Peranan Inokulum Ganda Rhizobia Pembintil Akar dan Rhizobakteri Osmotoleran terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai dalam Cekaman Kekeringan
MARTHA RETNANING TYAS, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D.; Dr.Ir. Ngadiman, M.Si.
2014 | Skripsi | MIKROBIOLOGI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulum ganda rhizobia pembintil akar dan rhizobakteri osmotoleran terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dalam berbagai cekaman kekeringan (100% KL, 80% KL, dan 50% KL). Penelitian dilakukan di dua tempat yaitu di Laboratorium Mikrobiologi dan di rumah kaca Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Tujuan penelitian ini dapat tercapai dengan dilakukannya pengamatan pertumbuhan tanaman kedelai, produktivitas tanaman kedelai dan dinamika populasi mikrobia, serta dinamika populasi masing-masing inokulum. Pengamatan dilakukan secara berkala sebanyak 5 kali hingga waktu panen. Pengamatan dinamika populasi mikrobia dilakukan dengan metode plate count dan menggunakan medium NA, CRYEMA dan LB+Klorampenikol. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar lengas 50% KL dapat menurunkan pertumbuhan tanaman kedelai. Beberapa parameter pertumbuhan yang terganggu yaitu tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, berat basah tajuk, berat kering tajuk, dan jumlah polong. Perlakuan sterilisasi tanah mampu menurunkan berat basah tajuk tanaman. Selain itu, jumlah polong tanaman dengan inokulum ganda lebih rendah dari pada inokulum tunggal. Hasil pengamatan dinamika populasi mikrobia di rhizosfer mengalami fluktuasi, sementara itu dinamika populasi rhizobia pembintil akar (Rb) semakin menurun seiring dengan berkurangnya kadar lengas tanah. Hal ini berbanding terbalik dengan dinamika populasi rhizobakteri osmotoleran yang mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya kadar lengas tanah. Berbagai hasil pengamatan yang diperoleh menjelaskan bahwa rhizobakteri osmotoleran mampu tumbuh dengan baik pada kondisi cekaman kekeringan, namun tidak memberikan pengaruh positif bagi pertumbuhan rhizobia pembintil akar dan bagi pertumbuhan serta produktivitas tanaman kedelai.
The aim of this study was to establish the effect of double inoculation using nitrogen-fixing rhizobia (Rb) and osmotolerant rhizobacteria on soybean growth under drought stress at three different levels of soil moisture (100%, 80%, and 50% field capacity). Soybean was cultivated in polybag and inoculated with both single and double inoculants of Rb and osmotolerant rhizobacteria. Soybean growth parameters analysed were root dry weight, shoot dry weight, shoot height, root length, number of leaf, and colour of leaf. The analysis was carried out during 90 days of cultivation up to the generative growth phase of soybean. In addition, the dynamics of microbial inoculants growth during the period of cultivation was also carried out. The results of the work demonstrated that soybean growth i.e shoot dry weight, shoot height, root length, and number of leaf were found decreased under 50% field capacity of soil moisture. In contrast, double inoculants and 50% field capacity of soil moisture resulted in the decrease of number of pod. The dynamics of Rb growth were found decreased under 50% field capacity of soil moisture, while the growth of osmotolerant rhizobacteria increased at the same soil moisture condition.
Kata Kunci : Glycine max L., osmotolerant rhizobacteria, drought stress, nitrogen-fixing rhizobia, soybean growth