Laporkan Masalah

PEMODELAN PERISAI RADIASI FASILITAS BNCT DENGAN SUMBER BEAMPORT TEMBUS TERAS REAKTOR KARTINI MENGGUNAKAN MCNP5

BAMBANG HADI SANTOSO, Dr. Ir. Andang Widi Harto, M.T.; Prof. Ir. Yohannes Sardjono

2014 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR

Telah dimodelkan suatu perisai radiasi untuk fasilitas in vitro dan in vivo pada ujung beamport tembus teras reaktor Kartini dengan kolimator yang didesain sebelumnya. Pemodelan mencakup bahan dan tebal yang digunakan untuk perisai radiasi. Perisai ini diharuskan mampu melindungi pekerja radiasi dari Nilai Batas Dosis 20 mSv/tahun. Bahan yang dipertimbangkan adalah beton barit, paraffin, stainless steel, dan timbal. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan fasilitas tally pada MCNP5 untuk menentukan keluaran laju dosis radiasi dari perisai radiasi dengan batasan laju dosis radiasi kurang dari 10 µSv/jam. Desain 2 dipilih sebagai model yang direkomendasikan dari tiga model yang telah dibuat. Ketebalan desain 2 menggunakan paraffin 30 cm mengelilingi ruangan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dan beton barit 40 cm mengelilingi paraffin sebagai lapisan utama, sedangkan paraffin 20 cm dan beton barit 20 cm ditambahkan sebagai pengurang radiasi primer yang lurus dari beamport tembus setelah lapisan utama. Laju dosis radiasi terbesar adalah 8,88 µSv/jam pada pada sel 302 dengan rata rata laju dosis radiasi 1,89 µSv/jam.

A model has been created for in vitro and in vivo facility in the end of piercing Kartini reactor core beamport with predesigned collimator. The model includes the material used for the shielding and their thickness. The radiation shielding is required in order to protect radiation worker from Dose Limit Value of 20 mSv/year. The material considered were barite concrete, paraffin, stainless steel, and lead. The calculation involved the MCNP5 tally facilities to determine radiation dose rate output with radiation dose limit rate less than 10 µSv/hour. Design 2 was chosen as recommended model from three models that have been built. Design 2 used 30 cm of paraffin surrounding 50 cm x 50 cm x 50 cm room and 40 cm of barite concrete surrounding paraffin as primary layer, while 20 cm of paraffin and 20 cm of barite concrete were added as straight primary radiation reduction from piercing beamport after primary layer. Maximum radiation dose rate is 8.88 µSv/hour in the cell 302 with average radiation dose rate is 1.89 µSv/hour.

Kata Kunci : Perisai radiasi, tally, laju dosis radiasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.