APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN JALUR HIJAU DI KELURAHAN SEPANJANG JAYA DAN KELURAHAN BOJONG RAWALUMBU KECAMATAN RAWALUMBU, BEKASI JAWA BARAT
FRANSEDO, Dr. R. Suharyadi M.Sc
2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenelitian dilaksanakan di Kelurahan Sepanjang Jaya dan Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur, Jawa Barat.Penentuan prioritas pembangunan jalur hijau pada ruas jalan arteri dan kolektor memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan luasan jalur hijau pada ruas jalan arteri dan kolektor serta menentukan ruas jalan yang menjadi prioritas pengembangan jalur hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Penentuan lokasi prioritas pengembangan jalur hijau berdasarkan beberapa variabel yaitu, ketersediaan jalur hijau saat ini, keberadaan ruang terbuka pada ruas jalan, keadaan suhu dan kelembaban udara pada ruas jalan, jumlah dan jenis kendaraan yang melalui ruas jalan. Hasil penelitian ini menghasilkan peta prioritas pengembangan Kecamatan Rawalumbu. Sumber data parameter dalam penentuan lokasi prioritas pengembangan jalur hijau adalah citra Quickbird dan diketahui bahwa luasan jalur hijau pada Kecamatanan Rawalumbu mengalami perubahan luasan. Luasan jalur hijau Kecamatan Rawalumbu semakin menyempit sehinga dibutuhkan pengembangan jalur hijau untuk memperoleh tingkat kenyamanan yang tinggi. Kelas prioritas pengembangan jalur hijau pada ruas jalan arteri dan kolektor Kecamatan Rawalumbu bevariasi, yang masuk dalam prioritas I adalah Jalan Cut Meuthia, prioritas II adalah Jalan RA Kartini, Siliwangi dan Narogong, prioritas III adalah Jalan Kemang Pratama.
The research is conducted in Sepanjang Jaya and Bojong Rawalumbu Subdistrict, Rawalumbu District, East Bekasi, West Java. The determination of the green line development in highway and subway road uses remote sensing technology. This research is aimed at both understanding the transformation of green line area in both kinds of the roads and specifying the roads which become priority in the green line development. The method used in this study is the combination of qualitative and quantitative. The determination of green line development area is based on these variables ����¯�¿�½���¯���¿���½������¯������¿������½����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¿����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������½����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¿����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������½ the existing roads, the existence of open-public domainalong the road, temperature and humidity, the number and variation of vehicles using the road. The research is resulted priority development map in Rawalumbu District. It is concluded that Quickbird image can be used as the source of data parameter in determining the location where green line should be built. Furthermore, the area inhabited by vegetation becomes smaller than before. Thus green line is demanded in order to improve the area. The variation of the developemt green line in arterial road and collector road are priority I, II and III. Cut Meutia street can be determine as priority I, RA Kartini street,Siliwangi street, Narogong street as priority II, and Kemang Pratama street as priority III.
Kata Kunci : Citra Quickbird, Penginderaan Jauh, Jalur Hijau. Ruang Terbuka.