DETERMINAN SOSIO-DEMOGRAFI, SOSIO-PSIKOLOGI, POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PEREMPUAN LOKAL SUKU BALIM, DISTRIK ASSOLOKOBAL, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PAPUA
MARIA OKTAVIA ANGELINA, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes, dr. Moh. Robikhul Ikhsan Sp. PD., M.Kes, Dr. Atiek Triratnawati, MA
2014 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : Masalah gizi pada perempuan lokal suku Balim yang sudah berkeluarga masih sangat memerlukan perhatian. Hal ini disebabkan oleh dampak lanjutan dari masalah gizi yang terjadi pada para ibu. Salah satunya adalah angka kematian ibu yang masih cukup tinggi. Selain itu, perempuan yang sudah berkeluarga juga memiliki peran yang sangat tinggi terhadap tingkat kecukupan gizi keluarga. Aspek sosio-demografi dan latarbelakang kultural mengindikasikan adanya pengaruh terhadap tingkat status gizi masyarakat di suatu daerah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosio-demografi, sosio-psikologi dan pola makan dengan status gizi pada perempuan lokal suku Balim di Distrik Assolokobal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah 60 orang perempuan lokal suku Balim di Distrik Assolokobal yang diambil secara purposive sampling. Data sosio-demografi dan sosio-psikologi diperoleh dari kuesioner. Pola makan diperoleh dari Food Frequency Questionaire (FFQ). Status Gizi diperoleh dengan melakukan pengukuran menggunakan pita ukur LLA. Hasil: Faktor sosio-demografi, meliputi: umur, status kawin, tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan dan jumlah anggota keluarga menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan pola makan (p>005). Faktor sosio-psikologi yaitu pengetahuan gizi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan pola makan (p>0,05). Pola makan menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi (p<0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosio-demografi dan sosio-psikologi dengan pola makan, sedangkan pola makan memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi pada perempuan lokal suku Balim di Distrik Assolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Background: Nutrition problems on married local women of Balim tribe need to be concerned since they may cause many further effects. One of them is high maternal mortality rate. Moreover, married women are most responsible on determining nutritional adequacy level in their family. Socio-demographic factors, socio-psychological factor and cultural background indicate their relation with nutritional state of local communities in one region. Objectives: We aimed to know relations between socio-demographic factors, socio-psychological factor and diet pattern with nutritional status on local women of Balim tribe in Assolokobal district. Methods: This study used descriptive-analytic as research design. Cross-sectionally, 60 married women of Balim tribe in Assolokobal district were studied as research subjects through purposive sampling. Socio-demographic and socio-psychological data were taken with questionnaires, diet pattern with Food Frequency Questionnaire (FFQ), and nutritional status with Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurement. Result: Neither socio-demographic factors, include age, marital status, education, family income, occupation, and number of family members, nor socio-psychological factor, which is nutrition knowledge, show significant relations with diet pattern (p>0.05). Otherwise, diet pattern shows a significant relation with nutritional state (p<0.05). Conclusion: There are no significant relations between socio-demographic factors and socio-psychological factor with diet pattern. However, diet pattern has a significant relation with nutritional status among married women of Balim tribe in Assolokobal district in Jayawijaya, Papua.
Kata Kunci : sosio-demografi, sosio-psikologi, pola makan dan status gizi/socio-demographic, socio-psychological, diet pattern, nutritional status