Peta Skematik Jalur Bus Trans Jogja
TATAG WARUJU WIKAN P, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si.
2014 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHTrans Jogja merupakan salah satu solusi yang diprogramkan oleh pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menanggulangi permasalahan transportasi. Banyak kota-kota di negara maju maupun berkembang menggunakan peta skematik untuk menampilkan informasi jaringan rute transportasi. Penggunaan peta skematik di Indonesia masih jarang sehingga peta skematik untuk rute bus Trans Jogja belum pernah dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta skematik Trans Jogja dan mengkaji tingkat pemahaman pengguna peta skematik jalur bus Trans Jogja. Metode yang digunakan untuk membuat peta skematik jalur bus Trans Jogja adalah dengan proses skematisasi yaitu proses mengubah peta konvensional menjadi peta skematik. Proses ini dilakukan dengan menyederhanakan jalur yang sudah ada dari existing map dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu relasi geometrik dan topologi jaringan. Peta skematik yang sudah jadi kemudian diujicobakan terhadap pengguna peta melalui proses wawancara untuk mengetahui tingkat pemahaman pengguna peta. Teknik pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling yaitu cara pemilihan responden (sampling) yang dilakukan secara kebetulan di lapangan. Penggunaan teknik sampling ini dipilih karena tidak mungkin mendapatkan kerangaka sampling. Bus Trans jogja merupakan sarana transportasi umum yang dapat digunakan oleh siapapun sehingga peta skematik Trans Jogja nantinya juga digunakan oleh siapapun. Hasil dari uji tingkat pemahaman pengguna peta terhadap peta skematik Trans Jogja secara umum cukup baik. Hasil uji keterbacaan simbol dan uji keterbacaan peta menunjukkan bahwa pengguna peta mampu untuk memahami dan menggunakan peta skematik Trans Jogja.
Trans Jogja is one of solutions to overcome the transportation problem designed by the government of Yogyakarta Special Region. Many cities in the developed and developing countries are using schematic map to shows network information of the transportation route. However, the schematic map is still rarely used in Indonesia, including the schematic map for Trans Jogja bus. The objective of the research is to make Trans Jogja schematic map and to review the understanding level of Trans Jogja schematic map users. Method used to make Trans Jogja route schematic map is schematization process, which is the process of change from the conventional map to the schematic one. The process is done by simplifying existing route of the existing map and by considering geometric relation and network topology. The interview process is conducted to find out the understanding level map users towards the new schematic map. The researcher uses accidental sampling method, which is a method to pick respondents that are accidently met by the researcher on the field, to have respondents. The researcher uses this sampling method due to the lack of sample framework. Trans Jogja bus is a means of public transportation which means that everyone may use it to commute and hopefully that the users of the Trans Jogja will also use the schematic map. The result of the understanding level test of Trans Jogja schematic map users are generally good enough. The result of symbol and map readability indicates that map users are able to understand and to use Trans Jogja schematic map.
Kata Kunci : transportasi, peta skematik, Trans Jogja/ transportation, schematic map, Trans Jogja