KONTRIBUSI PENYADAPAN GETAH PINUS TERHADAP PENDAPATAN PENYADAP
SAPTIANA PASCALIATI, Slamet Riyanto, S.Hut., M.Si
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANPendapatan masyarakat di desa pada umumnya tidak berasal dari satu sumber saja tetapi dari berbagai sumber pendapatan, khususnya petani di sekitar hutan pinus. Salah satu sumber pendapatan masyarakat sekitar hutan pinus di Desa Mangunan dan Desa Muntuk adalah dari hasil upah penyadapan getah pinus yang dikelola oleh RPH Mangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan masyarakat sekitar hutan pinus, dan mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan dari kegiatan penyadapan getah pinus. Penelitian ini dilakukan di RPH Mangunan dengan petani penyadap sebagai responden berasal dari Desa Mangunan dan Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan melakukan wawancara kepada petani penyadap sebagai responden terkait pendapatan yang mereka peroleh dari berbagai sumber pendapatan, kemudian mengkuantitatifkan data tersebut dengan membandingkan pendapatan bersih mereka yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sumber pendapatan masyarakat di sekitar hutan pinus berasal dari kegiatan berladang, bertani, beternak, dan berwirausaha kerajinan anyaman bambu. Namun hasil pendapatannya yang sedikit membuat masyarakat sekitar hutan pinus memanfaatkan hutan pinus sebagai sumber pendapatan tambahan mereka dengan cara menyadap getah pinus, dari kegiatan penyadapan tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 25,88 % dari total pendapatan petani, dan meningkatkan pendapatan petani penyadap rata-rata sebesar Rp 9,270,781.00/tahun/penyadap. Terjadi peningkatan pendapatan petani setelah mengikuti kegiatan penyadapan getah pinus yaitu sebesar Rp 2.371.500,00/tahun/penyadap. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyadapan getah pinus memberikan kontribusi yang cukup tinggi dan membantu meningkatkan pendapatan petani penyadap.
In principle the villager's salary not only from one source but also from another sources, especially for the farmers are surround in pine forest. One of the salary source of villagers that live in Manguna village and Muntuk village is tapping fee of pine's resin that managed by RPH Mangunan. The research aim for identifying the villager's salary sources surround in pine forest and to know how much contributions of fee tapping. The research is held in RPH Manguan and the tapping farmer as the respondent that come from Mangunan village and Muntuk village, Dlingo district, Bantul regency. The method that used was survey method, the researcher was interview with tapping farmer as respondent, and talked about the salary that they got from others sources, then make quantity from the data and compared their pure salary that they got from many sources. The result of the research showed, the villager's salary surround pine forest came from fielding, farming, breed and entrepreneur in webbing bamboo. But their low salary made the villager that live surround pine forest used pine forest as their additional salary with tapping the pine resin, from the tapping activity, it can give contribution as big as 25,88% from al the farmer salary, and increased the tapping farmer's salary around Rp 9,270,781.00 /year/tapper. An increase in farmers' income after following tapping of pine resin that is Rp 2,371,500.00 / year / tapper. From the result showed that tapping resin pine activity gives enough contribution and help to increase the tapping farmer's salary.
Kata Kunci : Penyadapan getah pinus, Kontribusi getah pinus / Tapping pine resin, pine resin contribution