Laporkan Masalah

Evaluasi Perkembangan Wilayah Pesisir dan Pantai serta Budidaya Perikanan Tambak terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sidoarjo

EDY TRIHATMOKO, Prof. Dr. Sunarto, M.S.

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Wilayah Pesisir dan pantai di Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah pesisir dan pantai dengan pemanfaatan yang cukup intensif. Kegiatan perikanan menjadi kegiatan dominan dan merupakan kegiatan subsektor pertanian terbesar yang mencapai lebih dari 40% (BPS Kabupaten Sidoarjo, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan wilayah pesisir dan pantai serta budidaya perikanan tambak, sekaligus untuk mengetahui kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Sidoarjo yang berlaku. Pada penelitian ini digunakan metode histogram threshold sebagai metode utama. Hasil pengolahan menggunakan metode histogram threshold pada citra Landsat 7 tahun 2002 dan Landsat 8 tahun 2014 di wilayah pesisir dan pantai serta area budidaya perikanan tambak Kabupaten Sidoarjo menunjukkan adanya perkembangan. Tercatat sedimentasi di wilayah pesisir dan pantai Kabupaten Sidoarjo seluas 4,6 km2 sedangkan untuk kejadian erosi seluas 0,8 km2. Hal ini diikuti dengan perkembangan area budidaya tambak yang menyesuaikan perkembangan pesisir dan pantai yang ada. Penambahan sedimen juga terlihat ketika surut dan terukur seluas 12,6 km2 menggunakan metode yang sama. Hasil akhir untuk penampalan wilayah pesisir dan pantai serta area budidya perikanan tambak dengan rencana pola ruang Kabupaten Sidoarjo menunjukkan ketidakcocokan. Diketahui tercatat 9,0 km2 wilayah pesisir dan pantai yang belum teridentifikasi dan tercatat sejumlah 16 rencana subkawasan dalam rencana pola ruang Kabupaten Sidoarjo yang bertampalan dengan area budidaya perikanan tambak produktif.

Coast and shore in Sidoarjo Regency is one of the coast and shore areas with a fairly intensive use. Fishing activity grows into the main activity and is the major agricultural subsector accomplishments reached more than 40% (BPS Sidoarjo Regency, 2013). The purpose of this study was to define the expansion of coast and shore area as well as aquaculture of pond fishery, in addition to determine conformance with the spatial plan Sidoarjo applicable. In this study the histogram threshold method is used as the primary method. The outcomes of processing using histogram threshold method on Landsat 7 2002 and Landsat 8 2014 in coast and shore area along with aquaculture of pond fishery Sidoarjo indicate an expansion. Sedimentation in coast and the shore area of 4,6 km2 Sidoarjo whereas for erosion events covering 0,8 km2. This was followed by the expansion of aquaculture of pond fishery that adjusts coast expansion and shore in those sites. The increasing of sediment were also seen when low tide form and measured of 12.6 km2 using the same method. The end result of coast area overlay and shore area as well as aquaculture of fishery area with spatial plan of Sidoarjo indicates an incompatibility. It was recorded that 9.0 km2 of coast and shore area that have not been identified and registered 16 sub-regional space pattern plans of Sidoarjo that overlap with areas of productive aquaculture of pond fishery.

Kata Kunci : pesisir, pantai, perikanan tambak, RTRW


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.