TINGKAT KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN GRAFTING 20 POHON INDUK TERPILIH NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum) SAMPAI UMUR 6 BULAN DI PERSEMAIAN
DWIKI PARISHA, Ir. W.W.Winarni, M.P.
2014 | Skripsi | BUDIDAYA HUTANNyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan tanaman yang saat ini mulai dikembangkan karena berpotensi menghasilkan bahan baku biofuel. Populasi nyamplung yang terdapat di Gunungkidul merupakan populasi yang memiliki biji dengan hasil rendemen minyak terbaik di Pulau Jawa. Namun demikian, tegakan nyamplung yang ada di Gunungkidul tersebut sudah berumur tua. Perbanyakan spesies nyamplung dari tegakan ini perlu dilakukan untuk pemenuhan bahan baku biofuel dan pembangunan pertanaman klon. Perbanyakan dapat dilakukan secara vegetatif. Teknik vegetatif yang tepat untuk perbanyakan ini yaitu dengan teknik grafting karena pertumbuhannya cepat dan bisa dikembangkan dengan bahan vegetatif yang sudah dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan grafting dari 20 pohon induk terpilih nyamplung sampai umur 6 bulan di persemaian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design) dengan perlakuan 20 pohon induk dan dibuat 13 ulangan untuk setiap pohon induk. Karakter yang diamati adalah keberhasilan hidup grafting dan pertumbuhannya (jumlah, panjang, diameter tunas, dan jumlah daun). Pengolahan data menggunakan Analisis Varians dengan program SAS (Statistical Analysis System) dan uji lanjut LSD (Least Significance Difference) untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua nomor pohon induk yang diuji menunjukkan kompatibilitas penyambungan dengan tingkat keberhasilan dan pertumbuhan yang bervariasi. Tingkat keberhasilan grafting berada dalam kisaran 15,4% hingga 100%. Perlakuan pohon induk nyamplung tidak berpengaruh nyata terhadap karakter jumlah tunas, namun berpengaruh nyata terhadap panjang tunas (P<0,01), diameter tunas (P<0,01), dan jumlah daun (P<0,05).
Nyamplung (Calophyllum inophyllum) is a plant that is currently being developed because it potentially produces biofuel feedstock. Nyamplung planted in Gunungkidul is known providing seeds with highest content of oil rendemen (50%) compared with that of planted in other sites in Java. However, the old plantation has shortage to produce a large number of seeds. A potential solution to tackle this problem can be done through vegetative propagation and grafting is considered to be a feasible way to effectively produce new plants. This research aimed to determine survival and growth of grafts derived from 20 selected parent trees of nyamplung until 6 months in the nursery. A completely randomized design (CRD) was used with 20 treatments parent trees and 13 replications for each parent tree. Survival and growth (number, length, diameter of shoots, and number of leaves) were measured. Differences in growth of grafts using an Anova which were done using the SAS (Statistic Analysis System) program. Significant differences between treatments were determined using LSD (Least Significance Difference) were tested. The result showed that all number of tested parent trees were compatibly grafted and varied according to the treatments. Survival rate of grafts ranged from 15,4% to 100%. Significant differences in length of shoot (P<0,01), diameter of shoot (P<0,01), and number of leaves (P<0,05) were observed between treatments. However, no significant differences in number of shoot was found.
Kata Kunci : nyamplung, grafting, keberhasilan, pertumbuhan