Laporkan Masalah

PENGARUH KOMPOSISI KAYU DAN WAKTU PEMASAKAN TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP SULFAT KAYU BUSH MERAH (Lophostemon suaveolens Soland Ex. Gaertn)

FRATAMA YUDHANA S, Dr.Ir.Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.Sc.

2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTAN

Bush merah (Lophostemon suaveolens Soland Ex. Gaertn) merupakan kayu kurang dikenal (lesser known), termasuk spesies cepat tumbuh yang toleran terhadap berbagai macam tipe tanah, naungan, dan kebakaran. Dalam upaya untuk mengatasi kurangnya bahan baku industri pulp, kayu bush merah ini diteliti untuk mengetahui peluang pemanfaatannya sebagai bahan baku pulp dengan proses sulfat termasuk kemungkinan penggunaan komposisi kayu yaitu kayu gubal, kayu teras, dan campuran keduanya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu bush merah yang diperoleh dari PT. MIL (Medcopapua Industri Lestari) di Merauke, Papua. Rancangan percobaan acak lengkap (Completely Randomized Design) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor tiga aras dengan ulangan sebanyak tiga kali digunakan untuk menganalisis hasil yang didapat. Faktor pertama adalah komposisi kayu yang terdiri dari tiga aras yaitu Teras, Gubal, dan Campuran keduanya. Faktor kedua adalah lama waktu pemasakan yang terdiri dari dua aras yaitu lama pemasakan 120 menit dan 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu bush merah dapat dijadikan bahan baku pulp melalui proses sulfat dengan menghasilkan nilai rendemen 18,59 - 26,15%; bilangan kappa 19,80-32,78; nilai indeks tarik 37,52 - 45,09 Nm/g; nilai indeks jebol 1,47 - 1,95 KPa.m2/g; dan nilai indeks sobek 2,18 - 3,9 mN.m2/g. Faktor lama waktu pemasakan berpengaruh nyata terhadap rendemen. Bilangan kappa, dan indeks sobek sedangkan komposisi kayu berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen. Tidak ditemukan interaksi dari kedua faktor tersebut terhadap rendemen, bilangan kappa, dan sifat fisik lembaran pulp

Bush merah (lophostemon suaveolens) is a lesser known species, a tree known as fast growing species, tolerant of any tipe of soil, coverage, and fire. In order to provide a shortage of raw material for pulping industry, bush merah is examined to determine the chances of its utilization as a raw material of pulp with sulfate process including the possible use of the composition of the wood is sapwood, heartwood, and a mixture of both. Bush merah wood from PT. MIL (Medcopapua Industri Lestari) in Merauke, Papua was pulped by using sulfate process. A Completely Randomized Design of two different factors and three replications was used to analyze the data obtained. The first factor were wood composition of sapwood, heartwood, and mix of them. The second factor were cooking period of 120 and 180 minutes. The results showed that pulping of bush merah wood gave a yield of pulp of 18,59 - 26,15%, kappa number of 19,80 -32,78, tensile index of 37,52 - 45,09 Nm/g, bursting index of 1,47 - 1,95 KPa.m2/g, and tear index of 2,18 - 3,9 mNm2/g. The cooking period significantly affected the kappa number and tear strength while the wood composition significantly affected the yield. Between wood composition and cooking period did not affect yield, kappa number, and physical properties of the pulp.

Kata Kunci : Pulp, Lophostemon suaveolens, proses sulfat, komposisi kayu, lama waktu pemasakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.