Laporkan Masalah

PERANAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN DALAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI

AULIA DHAMASINTA, Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A ; Widyarini Wirjono, SE., M.M

2014 | Tugas Akhir | D3 KEPARIWISATAAN

INTISARI Kabupaten Sleman adalah salah satu Kabupaten yang menjadi bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan kabupaten terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas mencapai 574,82 km² dan memiliki berbagai jenis daya tarik wisata termasuk wisata museum. Wisata Museum yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sleman adalah Museum Gunungapi Merapi, yang terletak di Jalan Kaliurang km.22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Pembangunan museum ini diprakarsai oleh Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Pemerintah Daerah Kab.Sleman (Pemda Kab.Sleman), sedangkan untuk pengelolaan dan pengembangannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman (Disbudpar Kab.Sleman). Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi perkembangan Museum Gunungapi Merapi sejak awal dibuka hingga saat ini, serta untuk mengetahui bagaiman peranan Disbudpar Kab.Sleman dalam pengelolaan dan pengembangan Museum Gunungapi Merapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Dalam penelitian ini, data yang di deskripsikan atau digambarkan adalah data yang berkaitan dengan Peranan Disbudpar Kab.Sleman dalam Pengelolaan dan Pengembangan Museum Gunungapi Merapi. Dari analisis data yang dilakukan, dapat diketahui bahwa Disbudpar Kab.Sleman berperan penting dalam pengelolaan dan pengembangan Museum Gunungapi Merapi, karena Disbudpar Kab.Sleman merupakan stakeholder yang memiliki pengaruh besar terhadap Museum Gunungapi Merapi. Segala bentuk pengelolaan dan pengembangan yang dilakukan terhadap Museum Gunungapi Merapi dapat berpengaruh besar pada perkembangan museum ini, salah satunya dapat berpengaruh pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

ABSTRACT Sleman Regency is one of the regency which being a part of Yogyakarta Special Region, that is the largest regency in Yogyakarta Special Region with broad reached 574,82 km and it has many kinds of tourism attraction including museum tourism. Museum which being one seed in Sleman Regency is Merapi Volcano Museum, it is located in Kaliurang Street km.22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman. The museum's development initiated by the Ministry of Energy and Mineral Resources, The Government of Yogyakarta Special Region, and Regional Government of Sleman Regency, Regional government as for management and development costs handed over to the Department of Culture and Tourism of Sleman Regency. The purpose in writing this final assignment is to know how about the condition of Merapi Volcano Museum since the beginning until now, and to know about the role in management and development of Department of Culture and Tourism of Sleman Regency to Merapi Volcano Museum. The methods that I used in this research is the technique descriptive analysis of data by means of describe or portray the data has been collected. In this research, the data in described or portrayed is data pertaining to the role of Department of Culture and Tourism of Sleman Regency in management and development of Merapi Volcano Museum. From the analysis of data to be done. Can be known that Department of Culture and Tourism of Sleman Regency had an important role in management and development of Merapi Volcano Museum, because Department of Culture and Tourism of Sleman Regency is the stakeholders which have a major influence on Merapi Volcano Museum. All forms of management and development of done to Merapi Volcano Museum can affect the museum's large in the development of one of them can affect on increase in the number of tourist visits.

Kata Kunci : Peranan, Pengelolaan, Pengembangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.