Laporkan Masalah

Zonasi Kerentanan Airtanah Karst Dengan Metode EPIK Di Sub-Sistem Hidrogeologi Wonosari-Baron

WAHYU HIDAYAT P, Dr. Tjahyo Nugroho Adji M.Sc.Tech

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Sub Sistem Hidrogeologi Wonosari-Baron merupakan daerah yang memiliki aliran bawah permukaan yang berkembang baik. Aliran dibawah permukaan tersebut muncul karena adanya aliran permukaan yang masuk secara langsung melalui lubang dan retakan yang ada pada batuan. Masuknya aliran permukaan tersebut menyebabkan daerah karst memiliki potensi kerentanan airtanah yang tinggi terhadap pencemaran yang dipengaruhi oleh kondisi fisik lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerentanan yang ada di daerah penelitian. Zonasi kerentanan intinsik airtanah di Sub-Sistem Hidrogeologi Wonosari-Baron pada penelitian ini menggunakan metode EPIK. Empat paramater yang digunakan dalam metode EPIK adalah parameter perkembangan epikarst (E), efektifitas protektif penutup lahan karst (P), kondisi infiltrasi (I) dan perkembangan jaringan karst (K). Penentuan indeks faktor kerentanan (F) diperoleh dengan cara metode weight and score dari keempat parameter EPIK. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode EPIK menunjukkan bahwa 91,07% (37921,48 Ha) dari keseluruhan daerah penelitian memiliki kerentanan yang sangat tinggi, sisanya adalah tinggi 8,93% (3719,82 Ha).

Sub-System Hydrogeology Wonosari-Baron is an area that has an well-developed underground river. Karst has a unique condition of subsurface hydrology caused by holes and cracks in its area. This condition leads to the directly run-off through the holes and cracks then creates many underground rivers in karst areas. The influx makes karst area has a high potential of vulnerability for groundwater pollution which is affected by the physical condition of the land. The aim of this study is to determine the level of the vulnerability in study area. In this study, intrinsic vulnerability zonation of groundwater Sub-Systems Hydrogeology Wonosari-Baron uses EPIK method. The four parameters used in the EPIK method are epikarst (E), the protective cover (P), infiltration conditions (I), and the karst system development (K). Determination of the vulnerability factors index (F) obtained by weight and score method from the parameters. The result showed that 91,07% (37921,48 Ha) of the total study area has a very high vulnerability, the rest is high 8,93% (3719,82 Ha)

Kata Kunci : Keywords : karst, intrinsic vulnerability, EPIK method, Sub System Hidrogeology Wonosari-Baron


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.