Peranan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Dalam Pengelolaan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Yogyakarta
IGNATIUS IVAN LUMEN, Triyanto Suharsono, S.H.
2014 | Skripsi | ILMU HUKUMDinas Pengelolaan Pasar mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pengelolaan pasar. Peranan Dinas Pengelolaan Pasar sebagai salah satu Dinas Daerah yang mengelola Retribusi Daerah sangat menentukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang diwujudkan dalam bentuk setoran Retribusi Pelayanan Pasar terhadap Pemerintah Kota Yogyakarta. Pengelolaan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengelolaan Pasar Tradisional Beringharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta dalam pengelolaan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Yogyakarta dan faktor yang mendukung dan menghambat peranan tersebut. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari responden dan hasil wawancara peneliti dengan narasumber dari Kantor Dinas Pengelolaan Pasar dan Bagian Perekonomian, Pengembangan Pendapatan Asli Daerah dan Kerjasama Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta dan data sekunder yang diperoleh dari arsip, buku, peraturan perundang-undangan dan internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi pustaka dan studi arsip. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu schedule dan panduan wawancara. Data yang telah terkumpul dilakukan analisis data yaitu penyederhanaan data dengan melakukan pemilihan kemudian dilanjutkan dengan membuat kesimpulan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peranan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta dalam pengelolaan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Yogyakarta yaitu tindakan yang dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Pasar dalam menjalankan kewenangan dan tugas sesuai dengan kedudukannya dalam suatu rangkai kegiatan yang berintikan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengoordinasian dan pengawasan yang bertujuan menggali dan memanfaatkan potensi Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo yang dimiliki secara efektif dan efisien untuk pencapaian target pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo secara optimal yang memberikan kontribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Yogyakarta. Faktor yang mendukung peranan tersebut meliputi : data akurat, kegiatan, kerja sama dengan pihak ketiga, komunikasi, sumber daya manusia, alokasi anggaran program, struktur birokrasi, hot line service ASIK pasar, buku pedoman pelayanan pasar, partisipasi paguyuban dan pedagang Pasar Tradisional Beringharjo, Peraturan Daerah Kota Yogyakarta serta Peraturan Walikota Yogyakarta. Faktor yang menghambat peranan tersebut meliputi : jumlah pemungut Unit Pelaksana Teknis Pemungutan Retribusi Wilayah I dan II terbatas, pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo masih konvensional, sosialisasi tentang pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo dan Retribusi Pelayanan Pasar Tradisional Beringharjo masih kurang, pemberian sanksi administrasi masih kurang tegas, kesadaran pedagang Pasar Tradisional Beringharjo dalam membayar Retribusi Pelayanan Pasar masih kurang, daya tampung Pasar Tradisional Beringharjo terbatas dan cuaca.
Market Management Service has the main task to implement local government affairs based on the principles of autonomy and assistance in the management of the market. Role of Market Management Service as one of the Regional Service which manages Local Retribution largely determine the Local Original Revenue is realized in the form of deposits Market Servicing Retribution against Government of Yogyakarta. Management Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market is one part of the Beringharjo Traditional Market management activities. This research aims to find out the role of Market Management Service Yogyakarta City in management Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market to increase Local Original Revenue Yogyakarta City and the factors that support and hinder the role. The kind of data used in this research are primary data obtained from respondents and researcher results interview with speakers from Market Management Service and Economic Section, Local Original Revenue Development and Cooperation Regional Secretariat of Yogyakarta and secondary data obtained from archives, books, rules legislation and internet. Data collection techniques used were interviews, library study and archives study. Data collection tool used is schedule and interview guide. The data has been collected to analysis data that is simplification of data with an election then proceed with making inferences to answer the problems researched. The results of this research concluded that the role of Market Management Service Yogyakarta City in management Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market to increase Local Original Revenue Yogyakarta City is the action taken by the Market Management Service in carrying out the powers and duties in accordance with a position in the chain of activities that cored planning, organizing, mobilizing, coordinating and monitoring aims to explore and exploit the potensial of Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market owned effectively and efficiently to the achievement of revenue targets Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market optimally contribute to the increase in Local Original Revenue Yogyakarta City. Factors that support the role include : accurate data, activities, cooperation with third parties, communication, human resources, program budget allocation, bureaucracies structure, market ASIK hot line service, market servicing guidebook, community participation and Beringharjo traditional market traders, Yogyakarta City Local Rules and also Yogyakarta Mayor Rules. Factors that inhibit the role include : number of collectors Levy Collection of Technical Implementation Unit Area I and II are limited, Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market collection still conventional, socialization Beringharjo Traditional Market servicing and Market Servicing Retribution Beringharjo Traditional Market still lacking, administrative sanctions giving are still equivocal, awareness of Beringharjo Traditional Market traders in paying Market Servicing Retribution still lacking, Beringharjo Traditional Market capacity is limited and weather.
Kata Kunci : Dinas Pengelolaan Pasar, Pengelolaan, Pendapatan Asli Daerah