Hubungan antara Fungsi Kunyah dengan Status Gizi pada Lansia di Panti Wreda
INDAH PURWASIH, drg.Goeno Subagyo, Sp.O.Path; drg.Sri Budiarti, MS
2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGIPemenuhan asupan zat gizi lansia penting diperhatikan guna mencegah terjadi malnutrisi sehingga diperoleh kondisi status gizi normal. Fungsi kunyah merupakah fungsi mulut yang berperan pada pemenuhan asupan zat gizi yaitu untuk menghancurkan makanan secara mekanis dengan kombinasi gerakan membuka dan menutup mulut dan gigi-gigi pada keadaan kontak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi kunyah dengan status gizi pada lansia di Panti Wreda. Seratus orang lansia yang tinggal di Panti Wreda dilakukan pengukuran panjang depa dan berat badan untuk menilai status gizi menggunakan alat ukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Penilaian fungsi kunyah dilakukan dengan melihat kontak oklusal gigi posterior menggunakan alat ukur Eichner index. Hasil penilaian IMT dibagi menjadi 3 kategori yaitu status gizi lebih (>25 kg/m2), status gizi normal (18,5-25 kg/m2) dan status gizi kurang (<18,5 kg/m2). Penilaian Eichner index dibagi menjadi 3 kategori besar A, B dan C. Individu yang termasuk kelompok A mempunyai empat regio kontak oklusal, kelompok B mempunyai tiga sampai satu regio kontak oklusal dan kelompok C tidak terdapat kontak oklusal sama sekali, kemudian setiap grup dibagi menjadi sub-grup yaitu grup A1-A3, B1-B4, C1-C3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek (65%) tidak memiliki kontak oklusal gigi posterior (C1-C3). Sebagian besar subjek (54%) merupakan kelompok status gizi normal (18,5 - 25 kg/m2). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi >0,05 (0,234). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kunyah dengan status gizi lansia yang tinggal di Panti Wreda.
ABSTRACT Nutrients intake is important to prevent malnutrition in elderly. Masticatory function is one of the mouth function to break down foods mechanically with the combination of opened closed mouth and contact between posterior teeth. The aim of this study was to investigate the relationship between masticatory function and nutritional status in institutionalized elderly. One hundred institutionalized elderly was measured the Body Massa Index (BMI) by measuring weight and fathom to estimate height of the subject. Occlusal contact of posterior teeth was observed to measure masticatory function and classified by Eichner Index. Body Massa Index classified nutritional status in to three groups, overweight (>25kg/m2), normal (18,5-25kg/m2), and underweight (<18,5kg/m2). Eichner Index described the existing posterior occlusal contact zones by dividing the occlusal status into three main groups (A, B, and C), and further dividing each of these into three (A1-A3), four (B1-B4), and three (C1-C3) subgroups. Individuals classified as group A have occlusal contact in all four posterior support zones, those in group B have occusal contacts in three to one zone, and those in group C have no occusal contact at all. This study showed that majority of subject (65%) had no contact occlusal of posterior teeth. Majority of subject (54%) was in the normal group of nutritional status. Correlation test showed that significance score was more than 0,05 (0,23). It was concluded that there was no correlation between masticatory function and nutritional status in institutionalized elderly.
Kata Kunci : Eichner Index, IMT, Lansia, Panti Wreda