KEAMANAN WISATAWAN DI KAMPUNG PRAWIROTAMAN BERDASARKAN DESAIN SPASIAL PENCEGAHAN KRIMINALITAS
RIANISA FITRIANI, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPenilaian desain spasial terkait upaya pencegahan kriminalitas di Kampung Wisata Prawirotaman perlu dilakukan. Keberadaan wisatawan di kawasan ini dapat memicu timbulnya kriminalitas. Insiden kriminalitas yang mungkin terjadi dapat menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keamanan wisatawan di Kampung Wisata Prawirotaman berdasarkan desain spasialnya. Selain itu, penelitian juga bertujuan mengetahui aspek spasial apa saja yang memengaruhi rasa aman wisatawan. Analisis kualitatif dari hasil observasi didukung dengan persepsi 54 wisatawan terhadap desain spasial. Skala Likert digunakan sebagai alat penilaian sehingga tingkat keamanan kawasan lebih terukur. Penilaian dilakukan pada Jalan Prawirotaman I dan Jalan Prawirotaman II sebagai bagian Kampung Wisata Prawirotaman dengan intensitas kegiatan wisatawan tertinggi. Ditinjau dari desain spasialnya, keamanan wisatawan di Kampung Wisata Prawirotaman tergolong baik, dengan skor Skala Likert 2,73/4 atau 68,25%. Terdapat 5 zona berdasarkan tingkat keamanannya, yaitu zona sangat aman, aman, sedang, tidak aman, dan sangat tidak aman. Lokasi penelitian didominasi oleh zona aman. Selain itu, aspek spasial yang berpengaruh terhadap rasa aman wisatawan secara langsung meliputi jalur pedestrian, penerangan, rambu dan informasi, pembangkit aktivitas dan guna lahan campuran, serta fasilitas publik. Ditemukan adanya aspek non spasial yang memengaruhi rasa aman wisatawan, yaitu kebaikan dan keramahan orang sekitar, perilaku hormat pada adat dan budaya lokal, kehadiran keluarga dan teman, kehadiran pemandu wisata, kehadiran wisatawan lain, serta pemberitaan kriminalitas.
Evaluation of spatial design related to effort to prevent criminality in Prawirotaman Tourism Kampung should be done. Presence of tourist in the area may trigger criminality. Criminality incident may cause decrease in tourist visit. This research was intended to measure security level of tourist in Prawirotaman Kampong based on its spatial design. In addition, this research was also intended to identify what spatial aspects influencing tourist secure sense. Qualitative analysis of observation result is supported with perception of 54 tourists on spatial design. Likert scale is used as evaluation tool so security level of the area is more measured. Evaluation was done in Prawirotaman I Road and Prawirotaman II Road as part of Prawirotaman Tourism kampong with highest tourist activity. In spatial design perspective, tourist security in Prawirotaman Kampong is good with Likert Scale 2.73/4 or 68.25%. There are 5 zones based on security level: very secure, secure, moderate, not secure, very not secure. Research location is dominated by secure zone. In addition, spatial aspect influencing tourist secure sense include pedestrian line, lighting, signage and information, activity generator and land use mix, and public facilities. There is non-spatial aspect influencing tourist secure feel that is goodness and hospitality of people around, respect to adat and local culture, presence of family and friend, presence of tourist guide, presence of other tourist, and criminality news.
Kata Kunci : keamanan, wisatawan, kampung wisata, desain spasial, kriminalitas, Prawirotaman. security, tourist, tourism kampong, spatial design, criminality, Prawirotaman.