VARIASI GENETIK CENDANA DENGAN PENANDA ISOENZIM DI DESA BLEBERAN, PLAYEN, GUNUNGKIDUL
JOHAN AGUSTIAWAN, Dr. Sapto Indrioko, S.Hut., MP.
2014 | Skripsi | BUDIDAYA HUTANCendana (Santalum album Linn.) merupakan jenis perdu penghasil minyak santalol yang terdapat pada pangkal batangnya. Hal ini menjadi daya tarik cendana hingga bernilai ekonomi tinggi. Permintaan yang tinggi di pasar internasional menyebabkan eksploitasi cendana terus berlangsung dan mengabaikan kelestarian populasi. Oleh karena itu, upaya penyelamatan cendana dilakukan dalam bentuk konservasi genetik sejak tahun 1967. Saat ini populasi cendana banyak tersebar di luar daerah asalnya, salah satunya di Desa Bleberan. Populasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk materi konservasi genetik. Dengan demikian dibutuhkan informasi variasi dan pola pewarisan genetik cendana di desa Bleberan. Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode sensus untuk mengetahui potensi reproduksi. Metode purpossive sampling pada tingkatan hidup semai, juvenil, dan reproduktif diterapkan dalam pengambilan bahan electrophoresis gel polyacrilamide untuk mengetahui variasi dan pola pewarisan genetik dengan penanda isoenzim mengikuti metode David-Ornstein. Frekuensi alel dihitung pada setiap tingkatan hidup untuk mengetahui distribusi alel, alel langka (rare alleles), dan alel yang hilang (missing alleles) dari generasi ke generasi. Distribusi alel pada setiap tingkatan hidup merupakan bentuk pewarisan alel dari induk kepada keturunannya yang membentuk genotip bervariasi dari generasi ke generasi. Variasi genotip dapat digunakan untuk mengetahui sistem perkawinan yang terjadi dalam populasi. Nilai potensi reproduksi seksual adalah 7,03%. Pada tingkatan hidup reproduktif ditemukan dua alel langka, yaitu alel a pada lokus Dia-1 (0,025) dan alel c pada lokus Dia-2 (0,091). Pada tingkatan hidup semai ditemukan satu alel langka yaitu alel a pada lokus Dia-1 (0,085). Variasi genetik cukup tinggi, namun mengalami penurunan dari generasi ke generasi yakni 0,474 pada tingkatan induk menjadi 0,433 pada anakan. Indeks fiksasi tingkatan hidup reproduktif dan semai (masing-masing -0,110, dan 0,059) bernilai mendekati nol, menandakan sistem perkawinan random mating. Terjadi perubahan nilai indeks fiksasi dari negatif (pada tingkatan induk) menjadi positif (pada tingkatan anakan) yang menandakan adanya peningkatan perkawinan inbreeding. Nilai potensi reproduksi seksual yang kecil dan alel langka merupakan efek dari inbreeding
Sandalwood (Santalum album Linn.) is a shrub producing santalol oil from the basal portion of the hardwood; caused the highly economic value of this species. The high demand of sandalwood in international market were resulting to the continuous exploitation of sandalwood that were leading to the extinction. Started from year 1967, conservation efforts were made and since then, sandalwood population were established in wider range, in which Bleberan population is one of this. This population can be projected for materials for genetic conservation. Therefore, information on genetic variation and inheritance were needed. Research conducted by cencus method to estimate the reproductive ability. A purpossive sampling method was conducted at seedling, juvenile, and reproductive phase on collecting sample for electrophoresis gel polyacrilamide to estimate genetic variation and inheritance based on isoenzyme analysis following David- Ornstein method. Allele frequency measured at each phase to estimate allele distribution, rare alleles and missing alleles among generations. Sexual reproduction ability was 7,03%. Rare alleles found both on reproductive phase (allele a at loci Dia-1 (0,025) and allele c at loci Dia-2 (0,091)) and seedling phase (allele a at loci Dia-1 (0,085)). Genetic variation observed to be high, but there were reduction found among generation, from 0,474 at reproductive phase to be 0,433 at seedling phase. Fixation index at both reproductive and seedling phase were approaching zero (-0,110 and 0,059, respectively), indicating a random mating. There were alteration found on fixation index value from negative (at reproductive phase) to be positive (at seedling phase), indicating the enhancement of inbreeding. The low number of reproductive ability and the rare alleles were presented as a result of inbreeding
Kata Kunci : variasi genetik, isoenzim, cendana, Bleberan, alel langka