DAMPAK PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMILIK LAHAN PERTANIAN DI DESA MAGUWOHARJO ANTARA TAHUN 2006 -2011
NICKO KUSUMA W., Dr. Sudrajat, S.Si., M.P
2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDAMPAK PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMILIK LAHAN PERTANIAN DI DESA MAGUWOHARJO ANTARA TAHUN 2006 -2011 Daerah pedesaan yang bersinggungan dengan daerah perkotaan akan cenderung mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh tingginya permintaan akan peningkatan sarana dan prasarana fungsi perkotaan serta kebutuhan tempat tinggal akibat dari pertumbuhan penduduk, salah satunya adalah pada Desa Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta padatahun 2006 hingga tahun 2011.Tujuan penelitian tentang dampak perubahan penggunaan lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi pemilik lahan pertanian di Desa Maguwoharjo antara tahun 2006 hingga tahun2011 ini bermanfaat sebagai (1) Mengetahui karakteristik petani pemilik lahan pertanian yang melakukan perubahan penggunaan lahan di Desa Maguwoharjo selama tahun 2006 hingga 2011. (2) Mengetahui dampak perubahan penggunaan lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi petani pemilik lahan pertanian di Desa Maguwoharjo selama tahun 2006 - 2011. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang petani pelaku perubahan lahan dengan cara mengumpulkan data sekunder berupa data fisik seperti peta dasar, demografi, dan ekonomi serta menggunakan data primer berupa data fisik berupa peta dan survey wawancara dengan mengunakan metode kuisioner. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dengan menggunakan Snowball Sampling dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden dengan analisis berupa data tabulasi, data tabel silang dan diagram didalam diskripsinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) karakteristik petani pemiliklahan pertanian usia tidak produktif cenderung melakukan perubahan pengguanan lahan dengan dominasi luas peubahan lahan pertanian sebesar 751 - 1000 m2 dengan perubahan konversi menuju rumah hunian dengan motivasi untuk melakukan proses perubahan lahan yaitu dengan alasan sebagai tambahan dana untuk biaya hidup, menutupi hutang dan sisanya digunakan para pelaku perubahan lahan sebagai simpanan tabungan. 2) Berdasarkan dari segi kondisi sosial ekonomi pelaku perubahan penggunaan lahan, perubahan pengunaan lahan yang mereka lakukan adalah salah satu bentuk adaptasi untuk meningkatkan baik ekonomi maupun strategi didalam tingginya arus konversi lahan di daerah pinggiran kota. Kata Kunci : Petani Pelaku Perubahan Lahan, Konversi Lahan, Maguwoharjo
THE IMPACT OF FARMLAND CONVERSION TO SOCIAL-ECONOMIC CONDITION OF FARMLAND'S OWNER IN MAGUWOHARJO BETWEEN 2006-2011 Rural area which is connected with urban area tends to change, through landuse conversions. The increasing demand of infrastructure and facilities according to the urbanization phenomenon is the main cause of the change. Another most important cause is the demand of public settlement within the area, caused by population growth. One of the common examples is the case of Maguwoharjo Village, in Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta, within the year of 2006 to 2011. The purposes of this research are 1) to provide information about the characteristics of farmland owner who convert their farmland between 2006 to 2011; 2) to understand the impact of farmland conversion towards social-economic condition of farmland owner in Maguwoharjo between 2006 to 2011. This research was done by collecting information about farmers who convert their farmland. The data/information's collected are any available related maps and the questionnaires. The sampling method was snowball sampling, which used network respondents system. Later, the information taken would be put into tabular data, which can be analyzed using cross tabulation and diagram. The result shows that 1) The farmland owner characteristic in the nonproductive age tend to convert their land by mainly 751-1000 m2. The conversion usually into a settlement, by life financial support, covering debts, and savings as the motivation. 2) Based on the social-economic impact, the conversion is one of their adaptive actions due to improvement of life quality, based on the high economic value of the farmland which is located in the urban-fringe area. Keywords: Farmland owner, farmland conversion, Maguwoharjo.
Kata Kunci : Petani Pelaku Perubahan Lahan, Konversi Lahan, Maguwoharjo