PENGARUH METODE PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum forma citratum Back) TERHADAP JUMLAH KOLONI BAKTERI Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Kajian in vitro)
TAMI EKA WATI, dr. Rini Maya Puspita, M.Sc.; drg. Archadian Nuryanti, M.Kes.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIKemangi (Ocimum basilicum forma citratum Back) telah dimanfaatkan untuk mengatasi bau mulut. Aggregatibacter actinomycetemcomitans yang merupakan bakteri patogen penyebab penyakit periodontal dapat dikurangi jumlahnya dengan perawatan skaling menggunakan ultrasonic scaler. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pemberian ekstrak daun kemangi terhadap jumlah koloni bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans (kajian in vitro). Daun kemangi basah diekstrasi maserasi dengan etanol 70% menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental diencerkan dengan akuades sampai diperoleh konsentrasi 30%. Akuades, ekstrak daun kemangi 30% dan chlorhexidine gluconate 0,0005% diaplikasikan dengan dua metode, sebagai coolant water ultrasonic scaler dan diteteskan melalui pipet tetes sebanyak 1 ml kedalam enam tabung yang berisi 1 ml Aggregatibacter actinomycetemcomitans dari biakan Mc. Farland 1,5 x108 CFU/ml. Setiap tabung diencerkan hingga konsentrasi 1,5x104 CFU/ml. Tiap hasil dilusi diambil 10 μl dan ditanam pada brilliant green agar dengan metode spread plate sebanyak 3 replikasi. Plat agar diinkubasi selama 2x24 jam. Jumlah koloni dihitung dengan melihat langsung jumlah koloni pada plat. Uji ANAVA dua jalur menunjukkan terdapat pengaruh signifikan metode pemberian ekstrak daun kemangi terhadap jumlah koloni bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans (p<0,05). Uji independent t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan semua kelompok perlakuan (p<0,05) kecuali antara kontrol negatif tetes dengan kemangi 30% tetes dan antara kontrol negatif USS dengan kemangi 30% USS (p>0,05). Kesimpulan yang didapat yaitu metode pemberian ekstrak daun kemangi berpengaruh terhadap jumlah koloni bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans, metode aplikasi ultrasonic scaler dapat menurunkan jumlah koloni bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Kata kunci : Ekstrak daun kemangi, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, jumlah koloni bakteri, coolant water ultrasonic scaler
ABSTRACT Basil (Ocimum basilicum forma citratum Back) has been used to cure halitosis. Aggregatibacter actinomycetemcomitans that is pathogenic bacteria causing periodontal disease can be reduced by scaling use ultrasonic scaler. The purpose of this research was to determine the effect of administration method of basil leaf extract against the number colony of Aggregatibacter actinomycetemcomitans (in vitro studies). Basil leaf was macerated with 70% ethanol to yield viscous extract. One mililitter distilled water, 30% basil leaf extract and 0.0005% chlorhexidine gluconate were applied by two methods, as coolant water ultrasonic scaler and dripped through a pipette into six tubes containing 1mililitter of Aggregatibacter actinomycetemcomitans Mc. Farland 1.5 x108 CFU/ml. Each tube was diluted to reach 1,5x104 CFU/ml. Ten microlitters from each dilution was grown on brilliant green agar by spread plate method about 3 replications. Plates were incubated for 2x24 hours. The number of bacterial colonies were counted directly from each plate. Two way ANOVA showed significant effect of basil leaf extract administration method against the number colony of Aggregatibacter actinomycetemcomitans (p<0,05). Independent t-test showed significant differences all groups (p<0,05) except between negative control drop with 30% basil leaf extract drop and between negative control USS with 30% basil leaf extract USS (p>0,05). It was concluded that administration method of basil leaf extract has effect against the number colony of Aggregatibacter actinomycetemcomitans, method by coolant water ultrasonic scaler can reduce Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacterial colony.
Kata Kunci : Ekstrak daun kemangi, Aggregatibacter actinomycetemcomitan, jumlah koloni bakteri, coolant water ultrasonic scaler