Laporkan Masalah

Budidaya Rumput Laut di Karimunjawa

GUNTUR WIDIATMAKA H, Dr. Pujo Semedi Hargoyuwono, M.A

2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

ABSTRAK Tulisan ini berawal dari ketertarikan terhadap keindahan alam kepulauan Indonesia. Karimunjawa adalah salah satu gugusan kepulauan yang dimiliki oleh Indonesia. Karimunjawa merupakan sebuah gugusan kepulauan yang penuh dengan kekayaan alam. Masyarakat setempat yang tinggal di kepulauan tersebut sangat menggantungkan kehidupan mereka dari potensi yang ada. Salah satu hal utama yang diandalkan oleh masyarakat setempat adalah sektor perikanan. Keadaan hasil tangkapan yang selalu menurun setiap tahunnya, itu tidak mengubah banyak nelayan yang tetap menggantungkan hidupnya dalam sektor ini. Pola bertahan hidup dalam masyarakat kepulauan merupakan hal yang menarik untuk dibicarakan. Berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari telah mereka lakukan mulai dari mencari ikan, budidaya ikan, budidaya rumput laut, hingga menjadi tour guide. Penelitian ini dilakukan di Kepulauan Karimunjawa pada bulan Juli hingga Agustus 2010. Dua pulau utama yaitu pulau kemujan dan pulau Karimun menjadi perhatian utama pada saat pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan metode partisipasi observasi. Wawancara secara mendalam terhadap beberapa informan kunci menjadi data utama dalam tulisan ini. Budidaya rumput laut merupakan salah satu kesempatan kerja di Karimunjawa yang memiliki banyak peminat. Hampir seluruh warga Karimunjawa membudidayakan rumput laut meskipun tidak semua menanam dalam jumlah banyak. Banyaknya warga yang menanam rumput laut tidak mempengaruhi harga dan tingkat permintaan terhadap rumput laut ini karena dapat dikatakan sangat besar sehingga seluruh hasil panen dari warga sudah dapat dipastikan akan terbeli. Jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah Eucheuma cottoni. Rumput laut jenis ini banyak dibutuhkan karena digunakan untuk bahan campuran kosmetik, makanan, minuman, tekstil, cat, dan lain sebagainya. Adanya juragan bagi masyarakat Karimunjawa ternyata menjadi sebuah pertolongan sendiri bagi kelancaran perdagangan di kepulauan tersebut. Ketika beberapa instansi yang menjadi salah satu mata rantai mati dan tidak berjalan, juragan mengambil alih posisi tersebut untuk tetap menjalankan roda perekonomian Karimunjawa. Kata kunci: budidaya, rumput laut, kepulauan, pulau, juragan, partisipasi observasi

ABSTRACT This research started from the interest of the beauty of Indonesian archipelago. Karimunjawa is an island that owned by Indonesia. Karimunjawa is an island that is rich with natural resources. The local people who live in that island rely their lives from the natural potential that karimunjawa has. One of the main sector that people rely on is from fishery sector. The catch from fishing that always decreases from year to year, it does not change the situation for the fishermen to keep rely their lives from this sector. The way of local people to live their lives is an interesting topic to be discussed. There have been many ways to fulfill their needs such as: fishing, fishery cultivation, seaweed cultivation, and becoming tour guide. This research was done at Karimunjawa islands from July to August 2010. Kemujan and karimun are the island that become the main concern when data collected. Participant observation is the method that used in collecting data. The deep interview with important respondent done in this research for becoming the main data in this research. Seaweed cultivation is one of the promising job. Field in Karimunjawa that local people are feel interested. It must all local people in Karimunjawa cultivate though they do not cultivate it in large amount? Eventough many local people cultivate seaweed, it does not affect the price and the demand level because the seaweed that cultivated by the local people is sold out. Euchema cottoni is the kind of seaweed that cultivated by the local people there. This kind of seaweed is needed since it becomes the mixture of ingridients cosmetic, food, drinks, textile, cat, and etc. The owner of seaweed enterprise (skipper) is one of the factor that helps the trading activity in that island. When several institutions that becomes the skipper main chain. The skipper will take the position for running the trading activity in karimunjawa. Keyword: cultivation, seaweed, archipelago, island, skipper, participant observation

Kata Kunci : budidaya, rumput laut, kepulauan, pulau, juragan, partisipasi observasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.