Kebijakan Pertahanan Jepang dalam Merespon Situasi Keamanan di Asia Timur Melalui Peningkatan Kerjasama Keamanan dengan India
GEDE RESNADIASA, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA.
2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalSituasi keamanan Asia Timur yang sangat fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir membuat Jepang harus memikirkan kembali kebijakan pertahanannya. Asia Timur dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi sorotan dunia, baik dari segi kekuatan ekonomi dan sekarang keamanan wilayah. Tiongkok yang cukup koersif terhadap tetangganya, tindakan provokatif Korea Utara dan sengketa wilayah menjadi inti permasalahan keamanan di wilayah ini. Hal ini kemudian membuat Jepang menyadari bahwa dengan konstitusi pasifis serta JSDF tidak akan cukup untuk merespon situasi keamanan seperti saat ini. Dalam hal ini, PM Shinzo Abe merespon dengan membuat kebijakan pertahanan yang lebih komprehensif seperti National Security Strategy, perubahan National Defense Policy Guidelines, serta pembentukan National Security Council. Perubahan kebijakan pertahanan ini belum cukup untuk bisa membantu meredam situasi, karena Jepang tidak memiliki kekuatan militer seperti para tetangganya. Hal tersebut membuat Jepang harus mencari mitra strategis, pada akhirnya India menjadi pilihan untuk menjadi mitra strategis Jepang selain Amerika Serikat. India telah menjalin hubungan yang baik dan saat ini memiliki permasalahan perbatasan perbatasan dengan Tiongkok, sama seperti Jepang. Hal tersebut membuat Jepang yakin untuk meningkatkan kerjasama keamanan dengan India untuk meredam situasi di Asia Timur.
East Asian security situation is very volatile in recent years to make Japan must rethink about its defense policy. The condition of East Asia in recent years has always been in the spotlight of the world, both in terms of economic strength and now security situation of the region. China's coercive nature against its neighbor, North Korea's provocative actions and disputed territories are the core security issues in the region. This then makes the Japanese realized that the pacifist constitution and the JSDF (Japan Self Defense Forces) will not be sufficient to respond to the security situation as it is today. In this regard, Prime Minister Shinzo Abe lead Japan’s responds by making more comprehensive defense policy such as the first ever National Security Strategy, National Defense Policy Guidelines changes, as well as the structural changes of the National Security Council. Those changes in defense policy is not enough to help curb the situation, because Japan does not have military power as its neighbors. This makes Japan should seek a strategic partner, India finally became a strategic partner of choice for Japan alongside with the United States. Japan has a good relationship with India and India currently has border problems with China, just like the Japanese. This makes Japan are sure to increase security cooperation with India to curb the situation in East Asia.
Kata Kunci : Asia Timur, Keamanan Regional, Kerjasama Keamanan, India, Jepang, Kebijakan Pertahanan Jepang.