Pola Rekrutmen Santri Waria di Pondok Pesantren Senin-Kamis Kotagede Yogyakarta
RIZKI DWI KUSUMO, Prof. Sunyoto Usman
2014 | Skripsi | SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola rekrutmen santri yang dilakukan oleh Pondok Pesentren Senin-Kamis yang hanya menerima santri khusus waria yang berada di Celenan, Kotagede, Yogyakarta. Kajian ini berusaha menjawab bagaimana cara dan strategi pola rekrutmen yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Senin-Kamis. Penelitian ini menggunakan teori jaringan sosial terkait proses rekrutmen untuk menjaring santri waria yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Teori jaringan sosial inipun digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Selain itu studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan bersumber dari data primer yang terdiri dari indepth interview ke ketua Pondok Pesantren Senin-Kamis, humas Pondok Pesantren, kyai yang mengajar, santri baru dan santri lama serta melakukan observasi langsung. Sedangkan data sekundernya terdiri dari studi-studi sebelumnya yang membahas mengenai proses rekrutmen serta dokumen-dokumen yang terkait dengan proses rekrutmen santri yang dilakukan Pondok Pesantren Senin-Kamis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga pola rekrutmen yaitu pola melalui sosialisasi langsung yang dilakukan olehsantri dari Pondok Pesantren Senin-Kamis, pola rekrutmen melalui organisasi LSM dan komunitas, serta pola rekrutmen melalui jaringan media sosial. Dari tiga pola tersebut polarekrutmen yang melalui organisasi LSM dan komunitaslah yang paling efektif karena terdapat suatu organisasi waria terbesar di Yogyakarta bernama IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta). Dari organisasi ini Pondok Pesantren Senin-Kamis mendapatkan cukup banyak santri yang berdomisili di Yogyakarta. Sedangkan santri-santri yang berasal dari luar Yogyakarta, Pondok Pesantren Senin-Kamis melakukan rekrutmen melalui media sosial seperti facebook, email, dan whatsapp. Selain itu di dalam penelitian ini dapat ditunjukan bahwa proses rekrutmen yang dilakukan Pondok Pesantren Senin-Kamis masih terdapat berbagai hambatan dan rintangan. Mengenai klasifikasi rekrutmen dan karakteristik masing-masing santripun cukup berbeda. Dari tiga pola rekrutmen ini menghasilkan berbagai macam karakter santri sesuai dengan pola rekrutmennya. Salah satu contohnya adalah santri yang masuk melalui sosialiasasi langsung ini dinilai kurang disiplin karena mereka tidak bisa lepas dari pekerjaanpekerjaan mereka sebelumnya, dan santri yang masuk melalui jaringan LSM atau komunitas terlihat memiliki tingkat keseriusan belajar yang cukup baik. Tidak hanya itu santri-santri ini terlihat mempunyai kelebihan secara adaptasi lingkungan karena mungkin mereka sudah terbiasa dengan cara bersosialisasi di organisasi atau komunitas yang mereka ikuti. Sedangkan santri yang masuk melalui jaringan media sosial ini biasanya sudah mempunyai penghasilan dan sudah bisa dikatakan layak secara pekerjaan dan kehidupan sosialnya, tidak hanya itu santri yang masuk melalui jaringan media sosial ini lebih suka bermain dengan telepon genggamnya sendiri, dengan alasan karena mereka juga berhubungan dengan keluarga mereka atau sodara mereka yang berada di luar Yogyakarta.
The research was intended to identify santri (student) recruitment pattern done by Pondok Pesantren Senin-Kamis that only receive waria santri in Celenan, Kotagede, Yogyakarta. This study tried to answer recruitment method and strategy done by Pondok Pesantren Senin-Kamis. This research used social network theory related to recruitment process to take waria santri spreading in all Indonesia regions. Social network theory was used to answer research problem. In addition, this study used qualitative method with case study approach. Data was collected using indepth interview with head of Pondok Pesantren Senin-Kamis, public relation of Pondok Pesantren Senin-Kamis, new santri and old santri and direct observation. Secondary data consist of previous study discussing recruitment process and documents related to process of santri recruitment done by Pondok Pesantren SeninKamis. The result indicated that there are three recruitment pattern: direct socialization by santri of Pondok Pesantren Senin-Kamis, recruitment pattern through NGO and community, and recruitment trough social media. Of the three patterns, recruitment through LSM and community is the most effective pattern because there is the greatest waria organization in Yogyakarta named IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta) from this organization, Pondok Pesantren Senin-Kamis got many santris domicile in Yogyakarta. For santri outside Yogyakarta, Pondok Pesantren Senin-Kamis does recruitment through social media such as facebook, e-mail, and whatsapp. In addition the research indicates that Pondok Pesantren Senin-Kamis still faces obstacles in doing recruitment. There are different characteristics of each santri according to recruitment classification. The three recruitment patterns result in various characters of santri according to its recruitment. One of its examples is that santri admitting through direct socialization is assessed less discipline because they cannot be separated from previous jobs and santri admitting through NGO network or community has good learning seriousness. In addition, they have advantage to adapt to environment because they are accustomed to with socialization way in organization or community they follow. Santri entering the pondok pesantren through social media has usually income and eligible for job and social life. Moreover, they are more possible to play their cell phone, because they should link to their family outside Yogyakarta.
Kata Kunci : pondok pesantren, waria, kotagede, rekrutmen