Laporkan Masalah

Perbedaan Orientasi Fiber Terhadap Kekuatan Flexural Fiber Reinforced Composite Jenis Agave Sisalana

SRIJESH SOBHA KUMAR, drg. Purwanto Agustiono, SU; drg. Harsini, MS

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Fiber reinforced composite (FRC) adalah material yang tersusun dari matriks yang diperkuat dengan fiber tipis yang halus. Apabila FRC digunakan sebagai bahan alat splinting, fiber dapat disusun dalam orientasi yang berbeda. Salah satu faktor yang mempengaruhi sifat mekanis dari FRC adalah orientasi fiber. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan orientasi fiber terhadap kekuatan flexural fiber reinforced composite jenis Agave sisalana. Sampel dalam penelitian ini menggunakan FRC dengan discontinuous Agave sisalana fiber dengan ukuran 2 mm. Sampel penelitian berbentuk balok dengan ukuran 25x2x2 mm. Sampel diberi perlakuan berupa orientasi fiber yang berbeda, yaitu disusun secara acak dan sejajar dengan tiap sampel mengandung sejumlah 36 fiber discontinuous. Tiap fiber diolesi dengan cairan silan sebelum disusun pada matriks resin. Sampel kemudian disinari dengan sinar tampak dan direndam dalam akuades selama 24 jam pada suhu 37���°C. Kekuatan flexural sampel diukur menggunakan Universal Testing Machine dengan kecepatan 1mm/menit dan jarak 20 mm antara kedua penyangga sesuai dengan standar ISO 10477. Data kekuatan flexural kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata kekuatan flexural kelompok perlakuan acak 80,156 ���± 3,767 MPa dan perlakuan sejajar 44,063 ���± 3,416 MPa. Hasil Independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan orientasi fiber terhadap kekuatan flexural fiber reinforced composite (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah penyusunan orientasi fiber secara acak dan sejajar menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap kekuatan flexural FRC jenis Agave sisalana. Kekuatan flexural FRC jenis Agave sisalana orientasi fiber acak lebih tinggi dari orientasi fiber sejajar. Kata kunci : FRC, Agave sisalana, orientasi fiber, kekuatan flexural

Fiber reinforced composite (FRC) is a material consisting of a matrix strengthened by thin fine fibers. In using FRC for splinting, fibers can be arranged in different orientations. One of the factors affecting the mechanical properties of FRC is fiber orientation. This research is aimed to identify difference in fiber orientation towards flexural strength of fiber reinforced composite with Agave sisalana. Samples in this study were FRC with discontinuous Agave sisalana fibers with lengths of 2 mm. The samples were block shaped with a size of 25x2x2 mm. Samples were given different fiber orientations, random and parallel orientation with each sample having 36 fibers. Each fiber was wet with silane liquid before arranged onto the resin matrix. Samples were light cured and then immersed in aqudest for 24 hours at 37���°C. Flexural strength of samples were measured using Universal Testing Machine with pressing speed of 1mm/minute and 20 mm distance between both supports as prescribed in ISO 10477 standards. Flexural strength data was statistically analysed using Independent t-test. Test results showed mean flexural strength of 80,156 ���± 3,767 MPa for random orientation samples and 44,063 ���± 3,416 MPa for parallel orientation samples. Student t-test results showed there was difference in fiber orientation towards flexural strength of FRC (p < 0,05). It can be concluded that random and parallel fiber orientation has significant difference towards flexural strength of FRC. The flexural strength of FRC with Agave sisalana with random fiber orientation has higher flexural strength than parallel fiber orientation. Keywords : FRC, Agave sisalana, fiber orientation, flexural strength

Kata Kunci : Kata kunci : FRC, Agave sisalana, orientasi fiber, kekuatan flexural


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.