Laporkan Masalah

Penentuan Daur Pangkas Bersih Berdasarkan Produksi Pucuk Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di PT Pagilaran Kabupaten Batang

NURUL HASANAH, Dody kastono, S. P., M. P; Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc

2014 | Skripsi | AGRONOMI

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan daur pangkas teh berdasarkan alur pemikiran berikut: pemangkasan tidak dilakukan jika delta t, yaitu selisih antara hasil pucuk ke-t dan rerata hasil pucuk sebelumnya, lebih besar dari nol dan jika delta t lebih besar dari nol pemangkasan dilakukan pada t. Data yang digunakan adalah data produksi pucuk bulanan tahun 1999-2013 dari semua blok sejumlah 90 blok milik PT Pagilaran Batang. Daur pangkas ditentukan untuk setiap blok. Perbedaan daur pangkas pada setiap blok dihubungkan dengan elevasi dan bahan tanam pada blok tersebut. Bahan tanam berbeda pada setiap blok. Oleh karena itu, bahan tanam diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu: biji, campuran dari biji dan salah satu atau lebih dari klon-klon berikut: TRI 2025; TRI 2024; Gambung 7; Gambung 9; Kiara 8; dan Pasir Sarongge (PS); klon TRI, dan klon Non-TRI meliputi Gambung 3, Gambung 7, Gambung 8, Gambung 9, GPPSI, dan Ranca Bolang 3 (RB 3). Daur pangkas blok dengan bahan tanam klon tidak tergantung elevasi. Daur pangkas untuk blok dengan bahan tanam klon TRI dan Non-TRI berturut-turut 47,33 dan 42,25 bulan. Daur pangkas kedua kelompok bahan tanam lain dipengaruhi elevasi dengan persamaan regresi untuk biji dan campuran berturut-turut adalah y = 0,024x + 24,81 dan y = 0,032x + 16,11.

A study has been conducted to determine tea pruning cycle based on the following logic: pruning must not be done if delta t, the different between tea shoot yield at time t and the average of tea shoot yield the time before, is greater than zero; otherwise pruning must be done at time t. Monthly shoot yield of all blocks, numbering 90, in PT Pagilaran, Batang covering 1999 to 2013 was used. The pruning cycle was estimated for each block. Variation of pruning cycle of the different blocks is attributed to elevation of and planting material in the block. As planting material varies with block, hence it is classified in to four groups: solely seed derived, admixture of seed derived and one or more of following clones: TRI 2025; TRI 2024; Gambung 7; Gambung 9; Kiara 8; and Pasir Sarongge (PS), solely TRI clones and mixture of Non TRI clones namely Gambung 3; Gambung 7; Gambung 8; Gambung 9; GPPSI; and Ranca Bolang 3 (RB 3). Pruning cycle of clonally propagated blocks does not depend on elevation. For TRI clones it is 47.33 months while for Non-TRI clones is 42.25 months. For the other two planting material groups pruning cycle depends on elevation with regression equation y = 0.024x + 24.81 for solely seed derived and y = 0.032x + 16.11for admixture of seed derived and clones.

Kata Kunci : Teh, daur pangkas, elevasi, bahan tanam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.