Pola Sosialisasi Remaja Autis di Sekolah Lanjutan Autis Fredofios Yogyakarta
DIYAH PRAMANDANI, Dr. Suharko, S.Sos, M.Si
2014 | Skripsi | SosiologiAutis adalah gangguan perkembangan pervasif yang menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang anak dalam berkomunikasi, berinteraksi dan berperilaku. Kata autis berasal dari bahasa Yunani yakni autos yang berarti sendiri. Anak yang mengalami gejala autisme menunjukkan sikap menarik diri dari lingkungan dan asyik dengan dunianya sendiri. inilah yang kemudian menyebabkan mereka lemah dalam bersosialisasi. SLA Fredofios Yogyakarta sebagai yayasan pendidikan yang diperuntukkan khusus bagi remaja autis berupaya membantu siswanya keluar dari permasalahan tersebut, dengan tujuan utama yakni mengoptimalkan kemandirian dan sosialisasi bagi anak autis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mendiskripsikan suatu fenomena yang hanya dapat diamati dan diteliti secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari pendekatan perkembangan kognisi atau Cognitive Learning oleh Jean Piaget dan teori Operant Conditioning oleh B.F Skinner, yang kemudian melahirkan metode TEACCH sebagai landasan dalam pembelajaran. Anak autis yang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda pula, karenanya sekolah menerapkan pola sosialisasi untuk membantu membimbing anak dalam memahami pembelajaran yang ada melalui beberapa pendekatan diantaranya pendekatan personal yang memusatkan perhatian pada konsentrasi individu autis, pendekatan kelompok untuk menumbuhkan kepekaan sosialnya, serta melalui program sosialisasi indoor dan sosialisasi outdoor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa penggabungan metode TEACCH dengan pola sosialisasi diantaranya pendekatan personal, pendekatan kelompok, serta sosialisasi indoor dan sosialisasi outdoor, dapat dikatakansebagai treatment atau terapi yang berhasil membentuk anak autis menjadi pribadi yang lebih baik.Hal ini karena, kebutuhan anak autis secara pribadi terpenuhi melalui pendekatan personal, yang kemudian dapat dikembangkan sifat sosialnya melalui pendekatan kelompok yang ada. Keberhasilan tersebut ditandai denganperubahan-perubahan yang terjadi pada anak autis, diantaranya sifat stereotipe (perilaku yang dilakukan berulang-ulang dan monoton) yang sudah mulai berkurang atau bahkan menghilang, emosi anak autis yang lebih stabil sehingga lebih mudah dikendalikan dan diarahkan, pengembangan minat sebagai bentuk penguatan bakat yang dimiliki anak autis yang semakin terarah sesuai dengan kemampuannya, serta kemampuan interaksi mereka yang semakin baik, sehingga sosialisasipun menjadi terbentuk meskipun belum dapat secara sempurna.
Autism is a pervasive developmental disorder that causes developmental delays in children to communicate, interact, and behave. The word autism comes from the Greek word autos that means itself. Children who have symptoms of autism show withdrawal from the environment and absorbed in their own world. Then causes them so weak in socializing. Fredofios Advanced School for Autism Yogyakarta as an education foundation that cater specifically for teenagers with autism seeks to help students get out of these problems, with the main purpose of optimizing in dependence and socialization for children with autism. The method used was a qualitative research method, which aims to describe a phenomenon that can only be observed and studied in depth. The theory adopts the approach of cognitive development or Cognitive Learning by Jean Piaget, and also use the theory of operant conditioning by B.F Skinner, that later underlying TEACCH method for learning. Children with autism who have many character and ability, need different approaches. So school implements socialization patterns to guide the child to learning to understand, that are personalized approach that focuses on the concentration of autistic individuals, group approach to foster social sensitivity, as well as throughout reach programs indoor and outdoor socializing. The results, study that in corporation of the TEACCH method, socialization patterns include personalized approach, group approach, and also indoor and outdoor socialization, can be considered as treatment or therapy that succeeded in forming children become a better personal. This is because, the needs personally through a personalized approach, which can then be developed through the social of the approach to existing groups. The success is marked by changes that occur in children with autism, including the diminish or even disappear of the stereotypes, the emotions of the children more stable, that makes easily controlled the children, the development of interest as forms of strengthening the talents of autistic children are increasingly targeted according to his ability, as well as the interaction skill are getting better, that socialization can be formed although not perfectly.
Kata Kunci : Autis, Sosialisasi