Laporkan Masalah

Rekonstruksi Vegetasi Dan Dinamika Garis Pantai Holosen Sampai Rentang Waktu ± 1000 Bp Berdasarkan Bukti Palinologi Di Daerah Cilacap

RACHMAD SETIJADI, Prof. Dr. Jusup Subagja, M.Sc.

2014 | Disertasi | S3 Biologi

Data palinologi yang didapatkan pada sekuen sedimen daerah Cilacap dapat dipakai sebagai bukti yang dapat mengindikasikan biodiversitas flora serta vegetasi yang menyusun tempat tersebut pada Kala Holosen. Rekonstruksi vegetasi berdasarkan data palinologi dapat menunjukkan dinamika vegetasi bahkan iklim, dan perubahan garis pantai tempat tersebut yang terjadi pada saat polen dan spora tadi diendapkan pada suatu kurun waktu tertentu. Dinamika iklim dan garis pantai diprediksi berdasarkan perubahan kumpulan fosil polen dan spora yang mencerminkan perubahan vegetasi akibat pengaruh tidak langsung perubahan iklim yang terdapat di pantai tersebut pada masa lampau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekontruksi vegetasi dan dinamika garis pantai Kala Holosen di daerah Cilacap sebagai akibat perubahan iklim dengan menggunakan bukti palinologi melalui : Flora penyusun vegetasi pada Kala Holosen di daerah Cilacap dan analisis dinamika vegetasi yang terjadi selama Kala Holosen di daerah Cilacap, analisis dinamika garis pantai di daerah Cilacap selama Kala Holosen. Penelitian ini meliputi penelitian lapangan dengan pengeboran dan penelitian laboratorium untuk preparasi palinologi, identifikasi dan penghitungan jumlah fosil polen serta spora. Penentuan umur dilakukan dengan C14 AMS. Hasil penelitian dari 5 titik lokasi ini didapatkan 70 taksa palinomorf yang terdiri dari 2 tipe palinomorf marin (Test foram lining dan Dynocyst), 53 taksa polen dari kelompok Arboreal dan non arboreal polen, dan 15 taksa spora dari kelompok Pteridophyta. Selama Holosen terjadi lima kali perubahan iklim yaitu: Menuju Holosen (Umur ±11.600 BP sampai ±10.000 BP) terjadi penurunan muka laut, suhu bumi menurun, iklim relatif lebih kering. Awal Holosen (Umur ±10.000 BP sampai ±8.000BP) muka laut naik, suhu bumi naik, iklim relatif lebih basah. Menjelang paruh kedua Holosen (Umur ± 8.000 BP sampai ± 5.000 BP ) terjadi peristiwa Holocene Climatic Optimum (HCO). Periode ini terjadi penurunan muka laut dan suhu bumi, iklim relatif lebih kering. Awal paruh kedua Holosen (umur ± 5.000 BP sampai ± 2.500 BP) muka laut kembali naik, suhu bumi naik dan iklim relatif lebih basah. Adanya peristiwa Medieval Warm Period (MWP) (Umur ± 2.500 BP sampai ±1.000 BP) yang mencirikan iklim relatif hangat. Diasumsikan bahwa pola bergesernya garis pantai purba berkembang secara progradasi dari Utara ke Selatan dan berlangsung minimal setiap periode ± 1.000 tahunan. Kata Kunci: Holosen, Perubahan iklim, Palinologi, HCO, MWP

Palynomorphs fossils species that were found widely in sedimentary rock indicate the climate change that accoured in the past. By knowing the type of pollen and spores, it will known the plant species that producing palynomorphs. By knowing palinomorphs fossils species that were found widely in sedimentary rocks is a right way to explore the climate change that occurred in the past. The purposes of this study was to develop a bio-prediction method using palinomorph fossils to determine changes in sea level caused by climate change. The study included fieldworks and laboratory studies. Field study for rock sampling and laboratory studies for sediments preparations include making microscopic slide, identification and classification of fossil, and palynology data analysis. The study found 70 type palynomorphs that consisted of two marine palynomorph (dinoflagellate cysts and foraminiferal test lining); and 68 sporomorphs that consisted of 53 types of arboreal pollen and 15 types of non-arboreal pollen. Five climate change events had been occurred: the early Holocene Wetter Periode; towards the second half of Holocene Dry Period/Holocene Climatic Optimum ( HCO); the early second half of Holocene Wet Periode , and the Medieval Warm Period ( MWP) Periode, that the climate were become warmer. It could be assumed that the shifting pattern of the ancient shoreline develop progradation from North to South and lasts at least ± 1.000 years of each period. Keywords: Holocene, Climatic changes, palynology, HCO, MWP

Kata Kunci : Holosen, Perubahan iklim, Palinologi, HCO, MWP;


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.