BENTUK DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PRASARANA SANITASI PROGRAM SANIMAS DI KAMPUNG WARUNGBOTO KOTA YOGYAKARTA
SANTI PUTRI FITRIYANI, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPertumbuhan kota berdampak pada peningkatan kebutuhan lahan serta sarana prasarana lingkungan. Peningkatan kebutuhan lahan dengan jumlah lahan yang tetap menjadikan banyaknya masyarakat memilih untuk tinggal di bantaran sungai dengan prasarana lingkungan yang minim, khususnya prasarana sanitasi. Begitu juga yang terjadi di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kimpraswil berupaya menyediakan bantuan prasarana sanitasi permukiman dengan melaksanakan program Sanitasi Oleh Masyarakat (SANIMAS) yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi, mengukur tingkat partisipasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan prasarana sanitasi program SANIMAS. Penelitian ini dilakukan di lingkungan permukiman dengan pengelolaan prasarana sanitasi yang kurang optimal yaitu di RT 30 RW 07 Kampung Warungboto, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif-kualitatif dengan cara analisis kuantitatif serta analisis kualitatif. Survei primer dilakukan dengan observasi fisik pada prasarana sanitasi, pengisian kuesioner dan wawancara terhadap 40 KK pengguna prasarana sanitasi (IPAL Komunal) di Kampung Warungboto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) partisipasi masyarakat pengguna belum sepenuhnya mendukung keberhasilan terkait keberlanjutan program SANIMAS; (2) bentuk partisipasi dominan yang diberikan oleh masyarakat pengguna ialah berupa uang; (3) tingkat partisipasi masyarakat pengguna termasuk dalam tingkatan cukup tinggi meskipun terdapat degradasi tingkat partisipasi dari tahap perencanaan sampai tahap pemanfaatan dan perawatan; (4) faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat pengguna ialah faktor tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, peran pengurus, dan peran tokoh masyarakat.
Urban growth affects increase in land needs and environmental infrastructure. Increase in land requirement with fixed land amount cause people to choose living in river bank with minimal environmental infrastructure, particularly for sanitation. It also occurs in Yogyakarta city. Therefore, government of Yogyakarta city through the Housing and Area Infrastructure Service provide aid of settlement sanitation infrastructure with the Sanitation by Community Program (SANIMAS) that its success is determined by community participation. This research was intended to describe form of participation, to measure participation level and to identify factors influencing form and level of community participation in managing sanitation infrastructure in SANIMAS program. This research was done in settlement area with less optimal sanitation infrastructure management at RT 30 RW 07 kampung Warungboto, Umbulharjo district, Yogyakarta. It used quantitative-qualitative method with quantitative analysis and qualitative analysis. Primary survey was done in order to collect data and it was conducted by physical observation on sanitation infrastructure (Community IPAL) and interview method on kampung Warungboto. The result indicated that (1) user community participation did not fully support success of the program continuity; (2) dominant form of participation by user community is money; (3) user participation is high although there is degradation from planning step to usage and maintenance phase; (4) factors influencing form and level of participation is education level, income level, role of administrator and role of community figures.
Kata Kunci : bentuk partisipasi, tingkat partisipasi, pengelolaan prasarana sanitasi, dan program SANIMAS. participation form, participation level, sanitation infrastructure management and SANIMAS program.