ANALISIS ABC DAN VEN TERHADAP KETERSEDIAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2010, 2011 DAN 2012
YULIA E. KRONES, Dr. Erna Kristin, M.Si. Apt.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Instalasi farmasi merupakan pelayanan penunjang yang cost centre dan diharapkan menjadi revenue centre bagi rumah sakit. Selama tahun 2012, biaya yang dikeluarkan untuk belanja obat dan perbekalan kesehatan di RSUD Kabupaten Temanggung yaitu sekitar 11,1 Milyar Rupiah. Anggaran yang cukup besar membutuhkan pengelolaan yang tepat dan efisien untuk mengendalikan biaya sehingga diharapkan dapat juga memberikan revenue bagi rumah sakit. Selama ini, RSUD Kabupaten Temanggung menggunakan metode konsumsi dalam perencanaannya, dan belum pernah melakukan analisis dengan ABC dan VEN. Analisis dengan ABC dan VEN banyak direkomendasikan untuk dilakukan di rumah sakit karena dapat memberikan penghematan untuk biaya obat. Tujuan: Mendeskripsikan ketersediaan obat di Instalasi farmasi RSUD Kabupaten Temanggung tahun 2010, 2011 dan 2012 dengan analisa ABC dan VEN. Metode: Penelitian ini merupakan cross sectional dengan unit analisis berupa data item dan biaya obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Temanggung tahun 2010, 2011 dan 2012 Hasil: Dari analisa ABC, persentase jumlah item A sepanjang tahun 2010-2012 menunjukkan penurunan dan kategori C menunjukkan peningkatan. Dari analisa VEN, persentase jumlah item non esensial adalah yang paling besar dari keseluruhan item obat yang ada. Beberapa hal yang teridentifikasi dari hasil analisa ABC dan VEN ini adalah persentase yang masih rendah untuk jumlah item obat generik dan kesesuaian item obat dengan DOEN tahun 2011 dan formularium RS. Kesimpulan: Pengendalian terhadap pengelolaan obat terutama dengan mempertimbangkan faktor ekonomi (ABC) dan medis (VEN) obat perlu dilakukan oleh RSUD kabupaten Temanggung demi perbaikan dan peningkatan manajemen pengelolaan obat. Kata kunci: Farmasi, obat, ABC, VEN, kombinasi ABC-VEN, branded, generik, formularium
Background: Hospital pharmacy is a supporting service that is expected to be a cost and revenue center for hospital. During the year 2012, costs incurred for drug spending and health inventory in RSUD kabupaten Temanggung is about 11 billion rupees. Substantial budget requires proper management in order to decrease drug expenditures, which in turn hopefully may increasing the number of hospital revenue. During this time, RSUD kabupaten Temanggung using the method of consumption in the plan, and have never done with ABC and VEN analyzes. Analysis of the ABC and VEN widely recommended to be done in the hospital because it can provide for cost savings. Objective: To describe the availability of drugs in the Pharmacy of RSUD kabupaten Temanggung in 2010, 2011 and 2012 with ABC and VEN analysis. Methods: This study was a cross sectional analysis. Quantitative data obtained from the monthly reports and invoice receipt purchase of drugs in 2010, 2011 and 2012. Results: From the ABC analysis, percentage of the number of items during the year 2010-2012 shows a decline and category C shows an increase. VEN analysis, show percentage of non-essential items is the greatest part above of all drug items. Some important points were identified from the analysis of ABC and VEN is a low percentage of generic drugs items and item complies with the DOEN 2011 and hospital formulary. Conclusion: Control over drug management, especially by considering economic (ABC) and medical (VEN) factors of the drugs, needs to be done by the RSUD kabupaten Temanggung for the improvement and enhancement of drugs management. Keywords: Pharmaceutical, drugs, ABC, VEN, ABC-VEN combination, branded, generic, formulary
Kata Kunci : Farmasi, obat, ABC, VEN, kombinasi ABC-VEN, branded, generik, formularium; Pharmaceutical, drugs, ABC, VEN, ABC-VEN combination, branded, generic, formulary